SuaraNusantara.com – Aktivis Greenpeace mengaku dihadang oleh sejumlah orang di Probolinggo pada 7 November 2022.
Penghadangan aktivis Greenpeace itu dibenarkan oleh Leonard Simanjuntak, Kepala Greanpeace.
Leonard mengatakan bahwa pengahadangan aktivis Greenpeace itu dilakukan seacara intimidasi
Penghadangan dilakukan secara intimidatif. “Betul, kemarin,” ujar Leonard kepada rekan media, Selasa (8/11/2022).
“Mereka minta dua hal ke Greenpeace yang bersepeda ini yang akan menuju ke Bali itu tidak boleh lanjut. Dan kemudian mereka juga minta tak melewati Probolinggo,” tutur Leonard.
Berikut adalah kronologi versi G Greenpeace yang dimuat dilaman instagram @greenpeaceid
15 Oktober : Perjalanan Greenpeace dimulai
16 Oktober : Greenpeace dihalangi oleh pihak keamanan saat melihat tanggul di Muara Baru
27 Oktober : Seorang intel diduga mendokumentasikan kegiatan Greenpeace yang sedang ngobrol dengan warga di Batang
28 Oktober : Sebanyak 7 orang Polres Semarang dan Polda Jawa Tengah mendatangi tim Greenpeace yang sedang on air di stasiun radio di Semarang
29 Oktober : Polisi berseragam dan inte datang dan mendokumentasikan acara CaTS di Semarang
30 Oktober : Seorang aparat ebrseragam TNI AD sudah berada di Desa Timbulsloko, Demak saat para pesepeda dan tim Greenpeace baru tiba di sana
31 Oktober : Tim terus dipantau aparat dengan mobil polisi sepanjang perjalanan. Di penginapan, tim Greenpeace di datangi dan interogasi aparat dan Polres Pati
1 November : Tengah malam. seorang pengendara motor berplat merah menabrak sisi depan sebelah kanan mobil logistik Greanpeace hingga lampu rusak parah
2 November : Tim dibagi menjadi dua. Tim Kendeng dihadang saat hendak masuk area sekitar pertambangan oleh karyawan dan aparat. Sedangkan TIm Lasem dibuntuti tiga orang yang diduga intel. Saat akhirnya menuju Surabaya, Greenpeace diikuti lima unit mobil dan satu motor
4 November : Izin acara di Semarang dicabut dengan alasan acara di Bandung melebihi kapastitas, yang tidak benar terjadi. Seluruh pengisi acara ditanya menginap dimana dan dikamar nomor berapa
5 November : Ada indikasi akun Whatsapp tim Greenpeace diretas. Bagian belakang salah satu kendaraan Greanpeace di tabrak oleh sebua motor yang kendarai dua orang laki-laki berbadan ebsar di jalanan yang sangat lengang
6 November : Akun Whatsapp beberapa aktivis Greenpeace Indoensia lainya diduga di retas
7 November : Beberapa kendaraan mengikuti sepanjang perjalanan Suarbaya-Probolonggi. Saat sedang singgah di Probolonggo untuk makan, tim Greenpeace didatangi intel dan ormas. Greenpeace dilarang memasuki Probolinggo dan melanjutkan kegiatan.
Beberapa ban kendaraan Greenpeace digembosi dan tutup pentil ban dihilangkan. selain itu, Ormas melakukan demonstrasi melarang Greanpeace memasuki penginapan Probolinggi. Salah satu aktivis juga dipaksa membuat surat pernyataan agar Greenpeace tidak akan melakukan kampanye selama G20 berlangsung di Bali
8 November : Hingga saat ini perjalanan Greanpeace masih diikuti dan dipantau dengan ketat oleh aparat.(ifn)


















Discussion about this post