SuaraNusantara.com – Paradigma Indonesia merilis hasil survei calon bupati Lebak. Survei dilakukan pada tanggal 25 sampai 30 Juni 2024. Penarikan sampel menggunakan metode multi stage random sampling.
Dalam survei tersebut, jumlah sampel sebanyak 440 responden, memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) ± 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasilnya, nama Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya masih menempati posisi teratas. Politisi PDI Perjuangan tersebut memperoleh tingkat keterpilihan (Elektabilitas) berada di 24,5 persen pada pertanyaan terbuka, dan 30,2 persen pada pertanyaan semi terbuka.
Walaupun begitu, putra mantan bupati Lebak dua periode Mulyadi Jayabaya itu belum dominan, dan masih berpotensi dikejar oleh sejumlah bakal calon lainnya seperti KH. Syaepudin Asy Syadzily 8,4 persen, dan Faizal Hermiansyah dan Sanuji Pentamarta masing-masing mendapatkan 4,5 persen.
“Meski Hasbi masih tertinggi, belum bisa dibilang dominan karena swing voters atau belum menentukan pilihan masih 53,9 persen,” kata Direktur Paradigma Indonesia, Zulfian Hanief saat konferensi pers di salah satu hotel di Kabupaten Lebak, Senin (8/7/2024).
Apalagi kata Zulfian, jika dilihat dari tingkat keterkenalan dan kesukaan Hasbi. Level keterkenalannya ampir mencapai puncak 75 persen, namun disukai oleh 66 persen pemilih.
Sedangkan, tingkat keterkenalan KH. Syapudin Asy-Syadzily, Faizal Hermiansyah dan Sanuji Pentamarta berada masih di bawah 35 persen.
“Akan tetapi, dengan hampir tingginya tingkat keterkenalan Hasbi tidak berbanding lurus dengan elektoralnya yang masih di bawah 50 persen,” ungkap Zulfian.
Paradigma Indonesia juga mencatat, pemilih yang telah memiliki pilihan pada Pilkada Kabupaten Lebak dan masih berpotensi berubah tercatat hampir 70 persen.
“Alasan perubahan didominasi oleh masih menunggu program dari masing-masing calon,” jelas dia.
Dalam surveinya, Paradigma Indonesia melakukan simulasi pemilihan calon bupati Lebak melalui pertanyaan 10 calon, 6 calon, 4 calon, 3 calon hingga 2 calon.
“Yang menarik dari temuan survei ini adalah, jika Hasbi dihilangkan atau tidak
mencalonkan diri, maka Faizal Hermiansyah menjadi figur yang dianggap oleh publik Kabupaten Lebak sebagai sosok yang layak menjadi Bupati meski terjadi penundaan atau undecided voter yang meningkat secara signifikan,” terang Zulfian.
“Pun demikian, Sanuji menjadi figur
yang dipandang layak menjadi Bupati Lebak jika Hasbi dan Faizal Hermiansyah tidak mencalonkan diri dengan tetap penudaan atau undecided voters meningkat tajam,” sambungnya.
Calon yang potensial setelah Hasbi adalah Faizal Hermiansyah. Figur Faizal dinilai memiliki latar belakang dan kemampuan yang sama dengan Hasbi yakni muda dan berwibawa.
“Calon ini akan menjadi penantang serius dan bisa menggaet masyarakat yang belum menentukan pilihan (Undiced Voter). Karena sosok ini dapat melampaui tokoh-tokoh lama seperti Suparman, Sanuji, Junaedi Ibnu Jarta dan lain-lain,” katanya.(Def)


















Discussion about this post