
Medan – SuaraNusantara
BAPPEDA Provinsi Sumatera Utara menerima audiensi Wahana Visi Indonesia (WVI) bertempat di ruang rapat Prof.DR. H.S Hadibroto, MA., Selasa 25/4/2017. Hal ini merupakan bentuk pertanggungjawaban dari WVI kepada pihak provinsi atas apa yang telah dilaksanakan selama ini di Pulau Nias.
Di Nias, WVI telah memulai pelayanan sejak tahun 2005 melalui proyek Emergency Response, dilanjutkan dengan pendekatan Program Pengembangan Wilayah (Area Development Program – ADP) sejak 1 Oktober 2007. Daerah dampingan WVI di Nias meliputi 56 desa dari 11 kecamatan di 4 kabupaten (Nias, Nias Utara, Nias Barat dan Nias Selatan). Adapun program WVI berfokus pada 4 bidang, yakni Pendidikan, Kesehatan, Pengembangan Ekonomi dan Perlindungan Anak.
Pada kesempatan ini, melalui Zonal Manajer Jawa dan Sumatera, Bapak Hendi Julius dan Manajer Nias, Bapak Marcell Sinay menyampaikan dengan baik hal-hal yang telah dilaksanakan WVI selama ini di pulau Nias. Pemaparan dari WVI ini diperkuat oleh “testimony” dari mitra dari Nias yang turut hadir pada kegiatan ini diantaranya Bapak Rahmati Daeli (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat), Ibu Ernij Christin Lase (Dinas P2KB-P2A Kab Nias), Ibu Rahmadani Harefa (staff Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Utara) dan Ibu Erniwati Telaumbanua (Kepala Puskesmas Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara). Para peserta juga semakin terpaparkan kegiatan WVI dengan publikasi-publikasi yang telah disiapkan berupa laporan tahunan 2016, rangkuman laporan per kabupaten, selebaran Program Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dan Buletin Visi Mohaga Mbanuada.
Kepala Bappeda Sumatera Utara yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Sosial, Bapak Ismail Sinaga menyambut baik kegiatan audiensi ini dan upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh WVI selama ini di Pulau Nias. Beliau menghimbau agar WVI terus berkarya di Nias dan tetap berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Pada kegiatan Audiensi ini, beberapa instansi lingkup Provinsi Sumatera Utara turut hadir yakni Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD). Mereka juga menyampaikan apresiasi sekaligus membuka peluang-peluang kerjasama yang bisa dilakukan di masa mendatang oleh WVI maupun pihak provinsi.
Kedepan, koordinasi ini akan terus dilakukan baik dilevel Kabupaten maupun provinsi agar gaung kesejahteraan masyarakat dan hidup anak utuh sepenuhnya, khususnya di Pulau Nias semakin nyata di masa mendatang.
Sebagai informasi WVI adalah yayasan sosial kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk membuat perubahan yang berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga, dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. WVI mendedikasikan diri bekerja bersama masyarakat yang paling rentan tanpa membedakan latar belakang agama, ras, suku, atau jender. (Domi)

















