Suaranusantara.com- Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan bahwa beras oplosan dari berbagai merek itu sudah ditarik oleh produsen dari peredaran.
Selain menarik beras oplosan, produsen juga sebagian telah mengganti harga sesuai dengan standar dan kualitas.
Hal tersebut disampaikan Amran saat Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 16 Juli 2024.
Dalam rapat, Amran menjelaskan ada 268 merek yang tersebar di Indonesia yang dilakukan uji sampel.
“Alhamdulillah kemarin kami cek merek yang sudah diumumkan itu sudah mulai sebagian, belum seluruhnya, Ibu, itu menarik dan mengganti harganya. Harganya sesuai standar dan kualitasnya sama. Itu yang terjadi ini, sudah ada perubahan, Ibu,” ucap Amran.
Meski begitu, pihaknya telah menyurati aparat terkait seperti kepolisian hingga Kejagung terkait pengoplosan beras tersebut.
Dia mengungkap sudah ada 26 merek beras yang telah diperiksa. Dari hasil pemeriksaan itu, produsen mengakui telah melakukan praktik curang itu.
“Tanggal 10 sudah diperiksa, ada 26 merek, dan menurut laporan yang kami terima, bahwa mereka mengakui,” ucap Amran.
Amran mengatakan pihaknya sebelumnya telah melakukan uji lab atas sampel beras yang beredar di pasaran. Dari hasil uji lab tersebut, Amran mengatakan 85 persen beras premium tidak sesuai mutunya.
“Kemudian ini 85% yang tidak sesuai standar. Ada yang dioplos, ada yang tidak dioplos, langsung ganti kemasan. Jadi ini semua beras curah tetapi dijual harga premium. Beras curah tetapi dijual harga medium,” tuturnya.
Pengecekan terhadap sampel-sampel beras itu dilakukan di 13 lab yang ada di seluruh Indoesia.
“Ada 13 (lab) seluruh Indonesia, karena kami khawatir kalau ada beda hasil dari lab. Jadi kami sangat hati-hati, Ibu Ketua,” tambah dia.
Sebelumnya, dalam rapat yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyoroti kasus beras premium dioplos dengan beras berkualitas rendah.
Titiek meminta agar perusahaan yang terlibat kasus itu ditindak.
“Beras oplosan ya, prihatin ya zaman sekarang masih ada yang oplos-oplos, perusahaan besar lagi ya. Saya rasa harus ditindak lah gitu, supaya ada efek jera gitu,” kata Titiek.
Dia mengatakan pemerintah sedang berupaya mewujudkan swasembada pangan. Dia berharap semua pihak mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan.
“Kita semua ini lagi ingin swasembada, ingin meningkatkan urusan pangan, kita sama bareng-barenglah semuanya supaya tertib gitu,” ujarnya.


















Discussion about this post