Suaranusantara.com- Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menekan pedal rem di tengah euforia pasar. Otoritas bursa memberlakukan suspensi terhadap empat saham yang mengalami lonjakan harga luar biasa dalam sebulan terakhir.
Saham-saham yang dibekukan perdagangannya mulai sesi I, Jumat (10/10/2025), meliputi PT Timah Tbk (TINS), PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK), PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), dan PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS). Keempat emiten itu mengalami kenaikan harga kumulatif antara 90% hingga hampir 180%.
Data BEI menunjukkan, saham TFAS mencatat lonjakan tertinggi mencapai 177,70% dalam sebulan. Disusul FOLK yang naik 163,29%, TINS 160,63%, dan YPAS 90,68%.
Pihak BEI menyebut keputusan penghentian sementara perdagangan ini diambil demi “mendinginkan” pasar dan mencegah potensi risiko yang dapat merugikan investor. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa kebijakan ini sekaligus memberi waktu bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan kembali langkah investasinya berdasarkan data yang tersedia.
Tak hanya menekan pedal rem, BEI juga membuka kembali suspensi terhadap tujuh saham lainnya. Emiten yang kembali bisa ditransaksikan antara lain PT Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE), PT Tanah Laut (INDX), PT Diamond Citra Propertindo (DADA), PT Nusatama Berkah (NTBK), PT Cilacap Samudera Fishing Industry (ASHA), PT Damai Sejahtera Abadi (UFOE), dan PT Perintis Triniti Properti (TRIN).
Dengan pencabutan ini, tujuh saham tersebut kembali bisa diperjualbelikan di pasar reguler dan pasar tunai mulai perdagangan Jumat pagi.


















Discussion about this post