Depok, Suaranusantara.com – Pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, yakni Pertalite dan solar pada hari sabtu (3/9).
Saat ini harga yang berlaku untuk Pertalite adalah Rp 10.000 per liter, sedangkan solar seharga Rp 6.800 per liter.
Terkait hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno meminta para pelaku usaha menghitung secara tepat ongkos produksi agar biaya produksi semakin efisien.
Hal tersebut harus segera dilakukan mengingat kenaikan harga BBM bersubsidi diprediksi memicu kenaikan harga produk pariwisata dan ekonomi kreatif sekitar 10-20 persen.
“Kami sedang menghitung dampak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap kenaikan BBM dan ini harus disikapi dengan langkah-langkah mitigasi. Pemerintah hadir memberikan solusi, memberikan pendampingan dan fasilitasi agar pelaku ekraf ini bisa melalui saat-saat yang sulit ini,” ungkap Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno juga menjelaskan salah satu langkah yang dihadirkan pemerintah adalah memberi insentif.
Sandiaga Uno memperkirakan bahwa masyarakat, khususnya para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif akan menghadapi kesulitan dalam beberapa bulan mendatang.
“Namun kami tidak akan tinggal diam, kami akan terus turun ke lapangan, memberikan masukan namun jika membutuhkan bantuan sosial tentu akan kita percepat prosesnya,” katanya.
Sejalan dengan upaya yang akan dilakukan pihaknya untuk mengatasi situasi tersebut, Sandiaga Uno juga memberikan tips kepada para pelaku Parekraf dalam menyikapi kenaikan harga BBM.
“Salah satunya adalah dengan menghitung secara cermat biaya produksi, sehingga memastikan harga jual produk pariwisata dan ekonomi kreatif mengikuti daya beli masyarakat. Kemudian para pelaku parekraf juga harus perluas jejaring, perkuat sisi keuangan membangunpermodalan keuangan bisa kita hadirkan,” ungkapnya. (ADT)


















Discussion about this post