
Jakarta-SuaraNusantara
Pemerintah Australia dilaporkan berhasil menggagalkan upaya teror terhadap pesawat. Empat orang yang diduga sebagai dalang di balik rencana aksi teror tersebut ditangkap pada Sabtu 29 Juli 2017 kemarin.
Perdana Menteri Malcolm Turnbull menjelaskan, keempat dalang teror tersebut disinyalir akan membajak dan meledakkan sebuah pesawat.
Menurut PM Turnbull, otoritas setempat telah mengambil langkah yang dianggap perlu untuk menjamin dan meningkatkan keamanan, khususnya di bandara besar, seperti Sydney International Airport.
“Ancaman teroris di Australia masih di antara ‘mungkin’ hingga ‘pasti terjadi’,” kata PM Turnbull
Saat ini, menurut PM Turnbull, otoritas setempat telah mengambil langkah yang dianggap perlu untuk menjamin dan meningkatkan keamanan sejak Kamis 27 Juli lalu, khususnya di bandara besar, seperti salah satunya Sydney International Airport.
“Ancaman teroris di Australia masih di antara ‘mungkin’ hingga ‘pasti terjadi’,” kata PM Turnbull dalam sebuah konferensi pers, Minggu (30/7/2017).
Terbongkarnya upaya teror terhadap pesawat setelah aparat mengawasi sejumlah orang yang mencurigakan. Setelah mendapatkan cukup bukti, polisi menangkap empat orang yang diduga sebagai dalang rencana aksi teror tersebut.
Empat pria tersebut ditangkap dalam sebuah operasi penyerbuan kontra-terorisme di lokasi yang terpisah di Sydney, antara lain Surry Hills, Lakemba, Wiley Park, dan Punchbowl.
Namun, aparat penegak hukum belum menjatuhkan tuduhan apapun kepada mereka. Identitas mereka juga belum dibuka kepada publik. Hanya saja polisi menjelaskan, motif para pelaku terilhami aksi terorisme berbasis ekstremisme – radikalisme agama.
“Kami masih menyelidiki lebih lanjut siapa di balik semua ini,” ujar Komisioner Kepolisan Federal Australia Andrew Colvin, Minggu (30/7/2017).
Australia termasuk negara yang rawan teror berlatar radikalisme agama karena keanekaragaman etnis dan agama masyarakatnya. Banyak imigran muslim dari negara timur tengah yang menetap di negeri kangguru ini. Sebagian dari imigran tersebut, meski dengan kesadaran sendiri memilih hidup di negara sekuler, tapi ternyata memendam kebencian terhadap negara-negara sekuler, dan mereka memimpikan berdirinya negara kekhalifahan.
Dalam daftar cekal yang dibuat pihak berwenang di Turki, tercatat sekitar 420 orang terduga teror asal Australiatelah bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah dan Irak.
Penulis: Yon K

















