Suaranusantara.com- Media sosial kembali dihebohkan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah foto yang diklaim memperlihatkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam kondisi ditahan. Foto tersebut disebut diambil di atas kapal perang USS Iwo Jima setelah operasi militer Amerika Serikat di Caracas.
Dalam foto itu, Maduro terlihat mengenakan pakaian olahraga abu-abu, dengan tangan terborgol sambil memegang botol minum. Matanya ditutup kain hitam dan telinganya ditutupi perangkat mirip headphone besar, memunculkan berbagai spekulasi di kalangan publik global.
Trump mengunggah foto tersebut menyusul pengumumannya terkait keberhasilan operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Maduro. Ia menyebut operasi dilakukan secara senyap pada malam hari, setelah serangan besar yang melumpuhkan kekuatan militer Venezuela.
Menurut laporan CNN yang mengutip sumber internal, pasukan elite AS disebut menggerebek kediaman Maduro dan menyeretnya bersama sang istri dari kamar tidur mereka saat listrik di Caracas dipadamkan. Namun, hingga kini belum ada kejelasan mengenai keberadaan Cilia Flores, karena ia tidak tampak dalam foto yang diunggah Trump.
Trump menyampaikan apresiasi tinggi terhadap militernya, dengan menyebut operasi tersebut sebagai pencapaian luar biasa. Ia menilai kemampuan Amerika Serikat dalam memadamkan listrik, melumpuhkan sistem pertahanan, dan mengeksekusi penangkapan secara cepat menunjukkan keunggulan teknologi dan strategi militer AS.
Trump juga menggambarkan operasi itu berlangsung dalam kondisi gelap dan mematikan, sekaligus menegaskan bahwa tidak ada negara lain yang mampu melakukan operasi sekompleks itu dalam waktu singkat.
“Tidak ada satu pun negara di dunia yang dapat mencapai apa yang dicapai Amerika kemarin, atau sejujurnya, dalam waktu yang sangat singkat. Seluruh kemampuan militer Venezuela berhasil dilumpuhkan ketika para pria dan perempuan militer kami, bekerja bersama aparat penegak hukum, berhasil menangkap Maduro di tengah malam. Saat itu gelap, lampu-lampu di Caracas sebagian besar dimatikan berkat keahlian tertentu yang kami miliki,” kata Trump dalam konferensi pers.
Ia menambahkan, “Itu gelap dan itu mematikan.”


















Discussion about this post