Suaranusantara.com- Rentetan serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel ke wilayah Iran berakhir pada terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Kepastian ini disampaikan oleh media milik pemerintah Iran, sekaligus mengungkap bahwa korban tidak hanya sang pemimpin, tetapi juga anggota keluarga terdekatnya.
Pembaruan yang disampaikan Al Jazeera mengatakan bahwa media resmi Iran mengonfirmasi wafatnya Khamenei di tengah serangan yang masih berlangsung. Dalam laporan tersebut, disebutkan pula bahwa putri, menantu, dan cucu Khamenei juga meninggal dunia akibat gempuran udara.
Konfirmasi ini menandai babak baru eskalasi konflik regional yang berdampak langsung pada struktur kepemimpinan Iran, sekaligus meningkatkan kekhawatiran global atas pemberdayaan politik dan kemanusiaan di kawasan.
Sebagai bentuk duka cita yang mendalam, Teheran menetapkan status berkabung nasional. Media pemerintah Iran mengumumkan 40 hari masa berkabung di negara tersebut.
“Kantor-kantor berita pemerintah Iran telah mengkonfirmasi kematiannya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, memujinya sebagai ‘martir’,” tulis Al-Jazeera.
Di pihak lain, Washington menanggapi keberhasilan operasi ini dengan rencana eskalasi lanjutan. Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Trump mengumumkan pembunuhan Khamenei.
Ia mengatakan ia memiliki “ide bagus” tentang siapa yang ia inginkan untuk menggantikan pemimpin tertinggi tersebut. Ia menambahkan bahwa serangan AS akan terus berlanjut selama diperlukan.
Sejalan dengan AS, Tel Aviv mengeklaim keberhasilan operasi militernya yang menyasar puluhan titik strategi Iran.
“Militer Israel mengatakan telah menyerang lebih dari 30 target dalam serangan-serangan di Iran barat dan tengah,” lapor Al Jazeera yang mewartakan bahwa serangan ke Iran tidak berhenti meskipun Khamenei diumumkan tewas.
“Puluhan jet tempur Angkatan Udara menyerang, dipandu oleh Intelijen Militer, dan baru saja menyelesaikan gelombang serangan lainnya untuk menargetkan susunan rudal balistik dan sistem pertahanan udara dari rezim teror Iran di Iran barat dan tengah,” kata militer Israel.
Militer Israel memastikan bahwa gempuran destruktif tersebut akan terus bergulir.
“Serangan akan berlanjut pada instalasi pertahanan udara, situs rudal, markas militer, dan ‘target rezim’ lainnya di Iran, kata Israel.”
Bahkan, intensitas gempuran meluas. Israel telah mengumumkan gelombang serangan baru terhadap Iran dalam beberapa jam terakhir.
Sebaliknya, serangan baru Iran juga dilaporkan terjadi di UEA dan Bahrain.
Sebaliknya, serangan baru Iran juga dilaporkan terjadi di UEA dan Bahrain.
Operasi militer skala besar ini telah menelan banyak korban jiwa, termasuk warga sipil. Media pemerintah Iran mengatakan sebuah serangan terhadap sebuah sekolah di Iran selatan telah menyebabkan sedikitnya 108 orang, dan sedikitnya 201 orang telah terbunuh di 24 provinsi.
Sebagai balasan atas invasi mematikan tersebut, Garda Revolusi Iran secara agresif memperluas zona perang.
“Serangan balasan Iran telah menargetkan aset-aset Israel dan AS di beberapa negara Timur Tengah, termasuk Qatar, UEA, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Irak,” lapor Al Jazeera.


















Discussion about this post