Suaranusantara.com – Pasukan Israel menyerang Rumah Sakit Nasser, rumah sakit terbesar di Gaza Selatan, pada Jumat (17/2/2024) malam.
Serangan tersebut mengakibatkan kematian lima pasien, pemadaman listrik, dan pemutusan pasokan oksigen. Selain itu, ratusan staf medis yang sedang bertugas di rumah sakit tersebut ditangkap dan ditahan oleh tentara Israel.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, tentara Israel menuduh staf medis tersebut membantu pejuang Hamas yang bersembunyi di rumah sakit.
Namun, Hamas membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa rumah sakit hanya digunakan untuk merawat korban yang terluka dan sakit akibat serangan Israel.
Kementerian Kesehatan Gaza juga mengatakan bahwa tentara Israel memaksa perempuan dan anak-anak yang berada di unit bersalin untuk meninggalkan rumah sakit tanpa barang bawaan apa pun.
Dua perempuan melahirkan dalam kondisi yang tidak manusiawi. Selain itu, tentara Israel juga menargetkan ambulans dan tenda pengungsi yang berada di sekitar rumah sakit.
Organisasi kemanusiaan Medecins Sans Frontieres (MSF) mengatakan bahwa stafnya juga terpaksa mengungsi akibat serangan tersebut.
Salah satu staf MSF ditangkap oleh tentara Israel di pos pemeriksaan yang didirikan di sekitar rumah sakit. MSF menyerukan agar stafnya dilepaskan dan dilindungi.
Serangan Israel ke RS Nasser merupakan bagian dari eskalasi konflik antara Israel dan Hamas yang telah berlangsung sejak November 2023.
Sejak itu, lebih dari 2.000 orang tewas di Gaza, sebagian besar adalah warga sipil. Israel mengklaim bahwa serangannya bertujuan untuk menghentikan roket-roket yang ditembakkan oleh Hamas dari Gaza.

















Discussion about this post