Suaranusantara.com – Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam menangani masalah HIV/AIDS. Menurut data Kementerian Kesehatan, setiap bulan terdapat sekitar 4.000 kasus HIV baru yang ditemukan di seluruh negeri.
Jumlah kumulatif kasus HIV yang dilaporkan sampai dengan Maret 2022 mencapai 329.581 orang, sedangkan jumlah kumulatif kasus AIDS mencapai 137.397 orang.
Provinsi Papua merupakan daerah dengan prevalensi HIV tertinggi di Indonesia, yaitu 2,4%. Cara penularan utama di provinsi ini adalah melalui hubungan seksual tanpa menggunakan kondom.
Sementara itu, di Jawa Barat, kasus HIV baru yang ditemukan pada periode Januari hingga Juni 2021 sebanyak 1.253 orang dari 47.645 orang yang dites HIV.
Kelompok risiko terbesar adalah homoseksual, yang mencakup 30,2% dari total kasus HIV.
Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran HIV/AIDS di Indonesia.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan menyediakan layanan tes HIV dan pengobatan antiretroviral (ARV) bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Saat ini, terdapat 27 layanan HIV di Jawa Barat yang tetap buka di masa pandemi, meskipun dengan pembatasan kunjungan.
Layanan antar obat ARV juga disediakan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta, yang kini melayani 40 puskesmas se-Jakarta.
Selain itu, pemerintah juga mengingatkan pentingnya penggunaan kondom sebagai salah satu cara pencegahan HIV/AIDS.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kondom dapat mengurangi risiko penularan HIV hingga 90%.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perilaku berisiko, seperti berganti-ganti pasangan seksual, berhubungan seks tanpa kondom, atau menggunakan jarum suntik bersama.
Pemerintah berharap dengan upaya-upaya tersebut, Indonesia dapat mencapai target 95-95-95 pada tahun 2030.
Target ini berarti 95% dari ODHA mengetahui statusnya, 95% dari ODHA yang mengetahui statusnya mendapatkan pengobatan ARV, dan 95% dari ODHA yang mendapatkan pengobatan ARV memiliki virus yang tersupresi.
Dengan demikian, Indonesia dapat mengakhiri epidemi HIV/AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat.


















Discussion about this post