Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Lifestyle

Refleksi Sejarah Singkat 22 Tahun Provinsi Banten

Suara Nusantara by Suara Nusantara
4 October 2022
in Lifestyle, Peristiwa
Reading Time: 2 mins read
A A
3
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

suaranusantara.com – Daerah Banten resmi dijadikan Provinsi pada tahun 2000 dan tercatat sebagai Provinsi ke 30 di Indonesia pasca ditetapkan.

Dulu, Banten menjadi bagian dari Provinisi Jawa Barat sebelum dimekarkan, Banten sendiri berada di ujung barat pulau Jawa.

Ditetapkannya Banten menjadi Provinsi pada tanggal 4 Oktober 2000 itu tertuang dalam Undang-undang nomor 23 Tahun 2000.

BACAJUGA

Dorong Minat Generasi Muda Terhadap Warisan Budaya, Pemprov Banten Gelar Museum Keliling

Pemprov Banten Dorong Kolaborasi Pengembangan Pariwisata dengan Kabupaten/Kota

Kini tepat pada 4 Oktober 2022, Provinsi Banten genap berusia 22 Tahun.

Namun, tidaklah mudah bagi daerah Banten menjadi salah satu Provinsi yang maju di Indonesia. Daerah itu juga pernah mengalami sejarah panjang yang tercatat di Bangsa ini.

Berikut adalah sejarah Provinsi Banten yang telah dirangkum SuaraNusantara.com dari beberapa sumber:

Banten pada masa kerajaan

Pada abad ke 5, wilayah Banten yang dulu namanya Bantam merupakan wilayah kekuasaan Kerjaan Tarumanegara

Setelah Tarumanegara runtuh, wilayah Banten diambil alih oleh Kerajaan Sunda.

Pada masa itu, Banten yang memiliki posisi strategis dari segi jalur perdagangan, menjadi salah satu pelabuhan penting di nusantara.

Memasuki abad ke-16, bangsa Portugis mulai memperluas pengaruhnya ke tanah Jawa.

Aliansi Kesultanan Demak dan Cirebon tidak mau membiarkan hal itu terjadi, sehingga melakukan penyerangan untuk menaklukkan Pelabuhan Sunda Kelapa dan Banten sebelum berhasil diduduki Portugis.

Setelah dikuasai, Banten dijadikan sebuah kesultanan dengan Maulana Hasanuddin, putra Sunan Gunung Jati, sebagai raja pertamanya.

Banten kemudian mencapai puncak kejayaan ketika diperintah oleh Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682).

Di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, Banten menjadi pusat perdagangan internasional yang sangat maju, menguasai monopoli komoditas lada, dan memiliki tentara yang kuat.

Namun, setelah Sultan Ageng Tirtayasa turun takhta, Banten berada dalam cengkeraman VOC karena adanya perang saurada di dalam kerajaan.

Banten pada masa penjajahan Belanda

Pada awal abad ke-19, Banten diserang oleh Belanda karena sultan yang berkuasa menolak untuk memindahkan ibu kotanya ke Anyer.

Setelah peristiwa itu, Gubernur Jenderal Daendels mengumumkan bahwa Banten telah dimasukkan dalam wilayah Hindia Belanda.

Pada 1817, wilayah Banten dijadikan sebuah karesidenan oleh pemerintah Hindia Belanda.

Kemudian pada 1926, Banten dimasukkan ke dalam wilayah Provinsi Jawa Barat.

Berdirinya Provinsi Banten

Setelah kemerdekaan, muncul keinginan dari para elit dan masyarakat Banten supaya wilayahnya memiliki pemerintahan otonomi sendiri yang lepas dari Jawa Barat.

Namun, keinginan mereka tidak pernah mendapat tanggapan serius dari pemerintah.

Reformasi memberikan peluang besar terjadinya pemekaran wilayah.

Cita-cita untuk memisahkan diri dari Jawa Barat pun terwujud ketika pemerintah bersama DPR mengesahkan Undang-Undang No 23 Tahun 2000 tentang pembentukan Provinsi Banten.

Masyarakat sepakat menjadikan tanggal 4 Oktober sebagai hari jadi Provinsi Banten dan menjadikan Kota Serang sebagai ibu kotanya.

Saat ini, terdapat empat kota dan empat kabupaten di Provinsi Banten dengan total 115 kecamaBanten

Asal-usul nama Banten

Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nama Banten ternyata memiliki beberapa arti yang berbeda-beda. Salah satunya adalah “katiban inten” yang berarti kejatuhan intan. Asal kata “katiban inten” ini dilatarbelakangi oleh sejarah Banten yang semula masyarakatnya menyembah berhala, kemudian memeluk agama Budha.

Cerita lain menyebutkan bahwa Banten berasal dari kata “bantahan”, dikarenakan masyarakat tidak mau tunduk pada peraturan yang telah ditetapkan. Aturan yang dimaksud adalah aturan yang dibuat oleh Belanda.

Itu adah cerita singkat sejarah Banten, semoga dapat bermanfaat. Sumber (Berbagai Sumber/Ifn)

Tags: Provinsi BantenSejarah Banten
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

The Palace Jeweler menggelar press conference program Semarak Pengundian Nasional The Palace 2026 di Central Park, Jakarta pada Rabu, 15 April 2026 (suaranusantara.com)
Lifestyle

The Palace Jeweler Hadirkan Program Semarak Pengundian Nasional 2026, Hadiah Mulai dari Elektronik hingga Berlian

by SNC 9
16 April 2026

Suaranusantara.com - The Palace Jeweler resmi menghadirkan Semarak Pengundian...

Minal Aidin Wal Faizin ucapan Lebaran 2026 dalam bahasa Arab (Instagram @hiburans.id)
Lifestyle

Selain Minal Aidin Wal Faizin, Berikut Ucapan Lebaran 2026 Dalam Bahasa Arab Langsung Copas dan Bagikan

by Feri Spt
18 March 2026

Suaranusantara.com- Minal Aidin Wal Faizin menjadi salah satu ucapan...

Happy Eid Mubarak kata-kata ucapan selamat Lebaran 2026 dalam bahasa Inggris (Instagram @islamic_status.2025)

Lebaran 2026 Masih Pakai Happy Eid Mubarak? Ganti Kata-kata Berikut Dalam Bahasa Inggris Dijamin Bakalan Keren Abis

18 March 2026
Ilustrasi umat Muslim usai menunaikan ibadah sholat Id Lebaran 2026. Masyarakat saling silaturahmi (Instagram @lebaran2026)

Kumpulan Ucapan Lebaran 2026 untuk Atasan, Kata-katannya Formal dan Sopan Mengandung Doa

18 March 2026
Ilustrasi saat silaturahmi saling bermaaf-maafan di momen Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026 (Instagram @topcareerid)

Kumpulan Ucapan Lebaran 2026 untuk Orang Tua, Kata-katanya Santun, Lembut Menyentuh Hati

18 March 2026
Ilustrasi Ketupat (Instagram/@masakan_maminyazafa)

Cara Membuat Resep Ketupat Lebaran Pulen dan Tidak Mudah Basi

18 March 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

9 months ago
Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

3 years ago
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Tak Izinkan Atlet Israel ke Jakarta: Tak Ada Manfaatnya

7 months ago
Anggota DPR RI Yasonna Laoly (DDok. FB/Yasonna H Laoly)

Begini Kata Yasonna Laoly soal Megawati Sebut Sering Jadi Sasaran Penyadapan

1 year ago
Ganjar Pranowo (Dok Tim Ganjar)

Ganjar Pranowo Lanjutkan Kampanye di Jawa Tengah, Pagi ini Ketemu Petani di Blora

2 years ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

Habiburokhman: Sistem Peradilan Kita Masih Berat Sebelah

BERITA TERKINI

Real Madrid vs Alaves
Olahraga

Prediksi Real Madrid vs Alaves: Pertaruhan Harga Diri Los Blancos!

by snc 14
21 April 2026

Suaranusantara.com - Santiago Bernabeu akan kembali menjadi saksi perjuangan Real Madrid saat menjamu Alaves dalam lanjutan La...

Selamat dari Serangan Laut Arab, 3 Pelaut RI Akhirnya Kembali ke Tanah Air

21 April 2026
Dari Suara ke Makna: Perempuan dan Warisan Kartini di Era Digital

Dari Suara ke Makna: Perempuan dan Warisan Kartini di Era Digital

21 April 2026
Mallorca vs Valencia

Prediksi Mallorca vs Valencia: Misi Menjauh dari Zona Merah di Markas Angker

21 April 2026
Brighton vs Chelsea

Prediksi Brighton vs Chelsea di Premier League: Tim Tamu Lebih Diunggulkan!

21 April 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com