Suaranusantara.com – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam melindungi pelaut Indonesia yang menghadapi risiko di perairan internasional, menyusul insiden kapal MV Gold Autumn di Laut Arab.
Melalui Kementerian Perhubungan, negara bergerak cepat memastikan keselamatan, pemulangan, serta pemenuhan hak-hak para pelaut Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak.
Respons cepat tersebut terlihat dari fasilitasi pemulangan tiga pelaut WNI, yakni Adhelan Azhiz Fiqih, Robi Andika Saputra, dan Farhan Setio Budi. Ketiganya telah tiba di Tanah Air pada Minggu, 19 April 2026 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, setelah melalui proses evakuasi dan repatriasi yang cukup panjang.
Setibanya di Indonesia, para pelaut langsung dijemput oleh perwakilan Kementerian Perhubungan bersama pihak perusahaan keagenan dan asosiasi pelaut. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan adanya koordinasi lintas sektor dalam menangani situasi darurat yang melibatkan pekerja migran di sektor pelayaran.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, menekankan bahwa negara tidak akan membiarkan pelaut menghadapi situasi berbahaya sendirian. Ia menyebutkan bahwa setiap penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, dengan mengutamakan keselamatan serta perlindungan menyeluruh bagi para awak kapal.
“Dalam situasi apapun, negara memastikan pelaut Indonesia tidak dibiarkan menghadapi risiko sendiri. Penanganan dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan menyeluruh,” ujar Samsuddin dalam keterangannya.
Setelah berhasil dievakuasi, para pelaut sempat dibawa ke Karachi untuk mendapatkan penanganan awal. Di lokasi tersebut, mereka menerima pendampingan dari perusahaan pengelola kapal, sekaligus menjalani proses pemulihan sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Dalam proses tersebut, pemerintah juga memastikan dokumen perjalanan yang hilang akibat insiden dapat diterbitkan kembali. Koordinasi dilakukan antara perwakilan Indonesia di luar negeri dengan berbagai pihak terkait guna memperlancar proses administrasi hingga kepulangan para pelaut.
Insiden yang menimpa MV Gold Autumn sendiri terjadi pada 8 April 2026, ketika kapal mengalami serangan misil yang memicu kebakaran hebat di ruang muat.


















Discussion about this post