Suaranusantara.com – DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah korban pemutusan hubungan kerja (PHK) terbanyak per Januari 2025 yakni sebanyak 2.650 pekerja.
Hal itu diketahui dari data terbaru Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), dimana mencatat 3.325 pekerja terkena PHK per Januari 2025.
Meski demikian, jumlah korban PHK itu belum termasuk perusahaan lainnya seperti PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang melakukan PHK terhadap sekitar 8.500 karyawannya usai tutup.
“Pada Januari 2025 terdapat 3.325 orang tenaga kerja ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang dilaporkan. Tenaga kerja ter-PHK paling banyak terdapat di Provinsi DKI Jakarta yaitu sekitar 79,70 persen dari jumlah tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan,” seperti tertulis di data Kemnaker dikutip Sabtu, (8/3/2025).
Kemudian, Riau menyusul sebanyak 323 pekerja, Banten sebanyak 149 pekerja, Bali sebanyak 84 pekerja, Sulawesi Selatan 72 pekerja, dan Jawa Barat sebanyak 23 pekerja.
Sementara itu, pada periode Januari-Desember 2024 terdapat 77.965 korban PHK.
“Tenaga kerja ter-PHK paling banyak terdapat di Provinsi DKI Jakarta yaitu sekitar 21,91 persen dari jumlah tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan,” bunyi data Kemnaker.
PHK di DKI Jakarta tercatat sebanyak 17.085 orang. Kemudian disusul Jawa Tengah sebanyak 13.110 pekerja, Banten sebanyak 13.042 pekerja, Jawa Barat sebanyak 10.661 pekerja, dan Sulawesi Tengah sebanyak 2.055 pekerja.
Badai PHK memang tengah menghantam industri dalam negeri. Terbaru, dua pabrik sepatu di Tangerang, Banten, yakni PT Adis Dimension Footwear dan PT Victory Ching Luh dikabarkan melakukan PHK massal terhadap 4.000 karyawan.


















Discussion about this post