Suaranusantara.com – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta tim ekonomi Kabinet Merah Putih untuk segera melakukan konsolidasi dalam menghadapi guncangan akibat kebijakan tarif resiprokal yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Meski demikian, dia mengingatkan kepada tim ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk berhati-hati dalam menentukan langkahnya.
“Konsolidasi itu perlu melibatkan para pemangku kepentingan lainnya. Bagaimanapun pemerintah harus tetap berhati-hati dalam menghitung untung rugi kebijakan tarif baru di AS pada kinerja perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” ujar Misbakhun dalam keterangannya, Jumat (4/4/2025).
Dia lantas mengapresiasi langkah awal pemerintah Indonesia dengan mengirim Tim Khusus Tingkat Tinggi untuk melobi AS.
“Tentu kita semua berharap pada hasil Tim Khusus ini. Upaya renegosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat adalah langkah terbaik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Misbakhun menyampaikan rasa yakinnya bahwa tim ekonomi kabinet Merah Putih mampu mengatasi guncangan akibat kebijakan tarif resiprokal tersebut.
“Saya yakin Tim Ekonomi di Kabinet Merah Putih di bawah arahan Bapak Presiden Prabowo akan mampu menemukan formula kebijakan yang tepat dan bisa meredam guncangan akibat kebijakan tarif baru Trump,” kata Misbakhun.
Sebelumnya, Rabu (2/4/2025), Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif resiprokal kepada sejumlah negara termasuk Indonesia, yang efektif 3 hari setelah diumumkan.
Kebijakan Trump itu bakal diterapkan secara bertahap, yaitu mulai dari pengenaan tarif umum 10 persen untuk seluruh negara terhitung sejak tanggal 5 April 2025, kemudian tarif khusus untuk sejumlah negara termasuk Indonesia mulai berlaku pada 9 April 2025 pukul 00.01 EDT (11.01 WIB).
Akibat kebijakan baru tersebut, semua impor yang berasal dari Indonesia akan dikenai tarif sebesar 32 persen oleh pemerintah AS.


















Discussion about this post