Suaranusantara.com- Pemerintah Indonesia diminta tidak tinggal diam menghadapi kebijakan perdagangan terbaru dari Amerika Serikat. Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, memperingatkan bahwa kebijakan tarif balasan yang diterapkan Presiden Donald Trump bisa memicu efek domino serius terhadap perekonomian Indonesia.
Rieke Diah Pitaloka menyampaikan bahwa kenaikan tarif masuk sebesar 32 persen bagi barang dari Indonesia akan menyebabkan harga produk melonjak di pasar AS. Jika harga terlalu tinggi, daya beli masyarakat AS turun, dan itu akan berdampak pada permintaan terhadap produk ekspor Indonesia.
“Perang Dagang Trump akan melahirkan efek domino. Tarif masuk barang naik, harga beli konsumen naik, daya beli menurun.” kata Rieke Diah Pitaloka, Jakarta, Rabu(9/4/25).
“Jika daya beli konsumen Amerika menurun permintaan ke Indonesia pasti menurun. Permintaan menurun, produksi Indonesia menurun,” tutur Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini” tambahnya
Politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan itu memperkirakan produksi nasional bisa menurun akibat lesunya permintaan, dan situasi tersebut berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran di dalam negeri.
“Waspadai dampaknya terhadap industri nasional, termasuk gelombang PHK. Pengangguran meningkat sejak akhir tahun 2024 hingga Maret 2025. PHK mempengaruhi daya beli rakyat. Pastinya berimbas pada ‘anomali’ deflasi dan risiko fiskal Indonesia terutama kuartal IV 2025,” jelasnya.
Karena itu, ia mendorong Presiden Prabowo untuk segera mengaktifkan tim ekonomi dalam merancang langkah strategis yang inovatif, demi menjaga keselamatan ekonomi nasional dan melindungi lapangan kerja rakyat.


















Discussion about this post