Suaranusantara.com- Kader PDI Perjuangan beberapa waktu melaporkan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi ke Bareskrim Polri atas pernyataan yang dilontarkan menyebut partainya merupakan dalang dari judi online (judol).
Kader PDI Perjuangan mengaku pelaporan yang dibuat ke Bareskrim Polri bukan atas instruksi dari Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri melainkan atas inisiatif sendiri.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh kader yang juga kuasa hukum PDI Perjuangan, Wiratama Harefa saat menyambangi Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan hari ini Rabu 18 Juni 2025 atas pelaporan yang dibuat terhadap Budi Arie.
“Seperti kami sampaikan sebelumnya, ini inisiatif kami saja. Inisiatif kader untuk melaporkan Budi Arie,” ujarnya pada wartawan, Rabu 18 Juni 2025.
Rombongan kader PDI Perjuangan diketahui tiba di Bareskrim Polri pada pukul 10.00 WIB. Rombongan yang terdiri dari lima orang lebih itu tampak mengenakan pakaian serba merah dengan ciri khas PDI Perjuangan.
Selain memenuhi panggilan, rombongan juga membawa sejumlah barang bukti tambahan dan kemudian diserahkan ke Bareskrim Polri.
Budi Arie dilaporkan kader PDI Perjuangan atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah, sesuai Pasal 310 dan 311 KUHP. Laporan teregistrasi dengan nomor: LP/B/250/V/SPKT/Bareskrim Polri.
Budi Arie diminta mengikuti proses hukum dengan baik. Kemudian, tidak membawa-bawa profesi sebagai pejabat negara dan tak lagi menuding pihak lain seenaknya.
Peristiwa ini bermula saat nama Budi Arie disinggung dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) kasus suap pengamanan situs judi online dengan nomor perkara PDM-32/JKTSEL/Eku.2/02/2025.
Dalam surat dakwaan, dinyatakan Budi Arie menerima jatah 50 persen dari pengamanan situs judol di Kemenkominfo.
Setelah itu, beredar rekaman percakapan suara yang diduga Budi Arie dan seorang jurnalis viral di media sosial. Suara yang diduga Budi Arie menyebut ada framing dalam kasus judol yang didalangi PDIP dan Menko Polkam Budi Gunawan.
Pernyataan ini yang membuat PDIP sakit hati dan merasa difitnah. Akhirnya, puluhan kader partai berlambang banteng itu melaporkan ke Bareskrim Polri pada Selasa siang, 27 Mei 2025.


















Discussion about this post