Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto sekitar pukul 15.15 WIB bertolak ke Arab Saudi melalui Lanud Halim Perdana Kusuma.
Terlihat Prabowo mengenakan pakaian safari berwarna krem. Sebelum, menaiki pesawat, Prabowo sempat menyaksikan terlebih dahulu parade marching band prajurit TNI.
Mengingat, pada saat bersamaan di Lanud Halim prajurit TNI tengah latihan. Prabowo pun yang akan berangkat ke Arab Saudi sebelum menaiki pesawat menyempatkan diri untuk melihat latihan marching band itu.
Kemudian, Prabowo menyalami para pejabat yang mengantarnya di Lanud Halim Perdana Kusuma untuk bertolak ke Arab Saudi.
Terlihat ada Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka turut mengantar Prabowo. Lalu ada Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Kemudian Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, dan Wakil Ketua Komisi I DPR Budi Djiwandono.
Selain itu hadir pula, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Dubes Saudi untuk RI Faisal bin Abdullah Al-Mudi.
Adapun tujuan Prabowo ke Arab Saudi adalah guna mengecek pembangunan kampung haji dan umrah di sana.
Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengaku berangkat ke Arab Saudi untuk mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto.
Nasaruddin, yang berangkat lebih dulu, menyebut Prabowo akan membahas pembangunan kampung haji dan umrah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi.
“Insyaallah sebentar lagi kami akan bertolak ke Jeddah mendampingi Bapak Presiden untuk membicarakan persoalan haji. Salah satu agendanya adalah rencana pembangunan perkampungan haji Indonesia di Makkah,” ujar Nasaruddin di Bandara Soekarno-Hatta seperti dikutip dari keterangan pers Kemenag, Selasa 1 Juli 2025.
Nasaruddin mengatakan pembangunan perkampungan haji dan umrah merupakan langkah penting. Dia menyebut jumlah jemaah haji dan umrah Indonesia sangat besar setiap tahun.
“Kita bisa bayangkan, 1,5 juta orang umrah setiap tahun dan lebih dari 220 ribu orang menunaikan ibadah haji. Sudah saatnya Indonesia memiliki gagasan konstruktif untuk mendukung pelayanan jemaah secara jangka panjang,” ujarnya.


















Discussion about this post