Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Didesak Minta Maaf Soal Pernyataan Tidak Ada Kasus Pemerkosaan Massal 1998, Fadli Zon Bilang Begini

Feri Spt by Feri Spt
3 July 2025
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Menbuh Fadli Zon sebut 40 toko termasuk Soeharto memenuhi syarat jadi pahlawan nasional (instagram @fadlizon)

Menbuh Fadli Zon sebut 40 toko termasuk Soeharto memenuhi syarat jadi pahlawan nasional (instagram @fadlizon)

4
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Kemarin Rabu 2 Juli 2025 di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta digelar rapat antara Komisi X bersama Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon.

Di mana dalam rapat itu, membahas soal penulisan sejarah Indonesia. Fadli Zon sebelumnya mengatakan bahwa pada tragedi 1998 tidak ada terjadi kasus pemerkosaan massal.

Alhasil dalam rapat tersebut, Fadli Zon didesak oleh Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mercy Chriesty Barends.

BACAJUGA

PDI Perjuangan Bicara Soal Pertemuan Lanjutan Prabowo dan Megawati Soekarnoputri: Kemungkinan 17 Oktober Pas Ulang Tahun Presiden

PDI Perjuangan Tanggapi Soal Rencana Prabowo Ingin Gratiskan Biaya Pendidikan dari SD hingga PTN

Hal ini bermula ketika Mercy mengaku ikut mendata kasus kekerasan seksual saat itu.

“Kenapa begitu berat menerima ini? Ini kalau saya bicara ini, kita sakit, Pak. Saya termasuk bagian juga yang ikut mendata. Itu testimoni, testimoni sangat menyakitkan. Kita bawa itu testimoni dalam desingan peluru,” ujarnya pada Rabu 2 Juli 2025.

Mercy pun mencecar terus Fadly Zon dalam rapat DPR tersebut.

“Aduh, Bapak bicara dari tadi itu, saya itu menahan, sangat menahan, dan bukan cuma kasus kekerasan ’98, Bapak bilang TSM, Bapak bilang tidak terima yang massal. Pak, kebetulan sebagian besar itu satu etnis yang kita tidak ingin membuka sejarah kelam, itu satu etnis. Kalau dia sporadis, bisa siapa saja satu etnis,” sambungnya.

Mercy mengatakan, saat kejadian tersebut, baik dirinya maupun teman-temannya yang lain tak bisa tertidur nyenyak.

Maka dari itu, Mercy pun mendesak agar Fadly Zon segera meminta maaf.

“Bapak bisa baca itu testimoni yang kami bawa. Ini minta maaf kali sangat terganggu, apa susahnya menyampaikan. Satu kasus saja sudah banyak, lebih dari satu kasus. Manusiawi, minta maaf!” ujar Mercy.

Fadli Zon pun menyampaikan permintaan maafnya. Dia mengaku mengecam segala bentuk kekerasan yang ada.

“Saya minta maaf, kalau ini terkait dengan insensitivitas, dianggap insensitif, tapi saya sekali lagi dalam posisi yang mengutuk dan mengecam itu juga, dan ini tidak ada hubungan dengan kasus-kasus yang lain ya, karena maksud saya di Maluku atau di Aceh, saya tidak tahu,” jelasnya.

Fadly dalam pernyataannya mengutuk keras kasus seperti itu dan mengecam segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

“Tapi jelas, kita semua mengutuk hal-hal yang semacam itu dan mengecam segala macam kekerasan terhadap perempuan itu. Saya kira dalam posisi yang sama sekali tidak berbeda dalam soal hal-hal itu,” sambung dia.

Namun dia mengatakan, jika terdapat perbedaan pendapat, hal itu merupakan pendapat pribadinya.

Menurutnya, perlu data lebih akurat lagi untuk menarasikan adanya pemerkosaan massal. Sebab, dia mengatakan diksi ‘massal’ sangat identik dengan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

“Cuma secara spesifik tadi kalau ada sedikit perbedaan pendapat terkait dengan diksi itu (massal), yang menurut saya itu pendapat pribadi ya,” ujarnya.

Fady mengatakan kemungkinan pihaknya akan melakukan dokumentasi secara teliti.

“Yang mungkin kita bisa dokumentasikan secara lebih teliti lagi ke depan ini adalah hal-hal yang mungkin bagian dari ya perbedaan-perbedaan data, atau pendapat yang perlu kita lebih akurat lagi ke depan, untuk mendatanya,” sambungnya

Sebab, kata dia, pemerkosaan massal itu sulit dibuktikan secara hukum lantaran tak ada pelaku. Dia menegaskan tak ada upaya untuk mereduksi kasus tersebut.

“Saya kira tidak ada maksud-maksud lain, dan tidak ada kepentingan sebenarnya dalam hal ini untuk mereduksi, kalau itu sudah menjadi sebuah kenyataan-kenyataan, apalagi ada dukungan dengan hukum,” jelasnya.

Fadly menjelaskan bahwa pelaku kekerasan terhadap perempuan harusnya saat ini bisa dihukum, itu pun kalo bisa ditelusuri jejak pelaku.

“Orang-orang pelaku yang semacam itu sampai sekarang pun saya kira harusnya bisa dihukum, kalau misalnya memang bisa ditelusuri kelompoknya, pelakunya kan. Masalahnya, itu belum menjadi sebuah fakta hukum, kira-kira begitu,” imbuh dia.

Tags: Fadli ZonMenbudPDI Perjuanganpemerkosaan massal
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Eddy Soeparno, saat menjadi Pembicara Kunci dalam Focus Group Discussion (FGD) DPP PKS
Nasional

Eddy Soeparno: RUU Perubahan Iklim Harus Berikan Perlindungan bagi Kelompok Rentan

by snc4
7 October 2026

Suaranusantara.com- Memburuknya kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan, dan...

Ibas saat audiensi terima audiensi dalam rangka HUT TNI
Nasional

Audiensi HUT TNI, Ibas: Merawat Sejarah, Menjaga Persatuan dan Melanjutkan Perjuangan untuk Indonesia Maju

by snc4
7 October 2026

Suaranusantara.com- Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai...

Mengulik Profil dan Rekam Jejak Wisnu Hani Putranto, Kalapas Dipecat Imipas Buntut Temuan Klaster Mewah di Dalam Lapas

Mengulik Profil dan Rekam Jejak Wisnu Hani Putranto, Kalapas Dipecat Imipas Buntut Temuan Klaster Mewah di Dalam Lapas

6 October 2026
Imipas Pecat Kalapas IIA Cibinong Wisnu Hani Putranto, Buntut Temuan Klaster Mewah di Dalam Lapas

Imipas Pecat Kalapas IIA Cibinong Wisnu Hani Putranto, Buntut Temuan Klaster Mewah di Dalam Lapas

6 October 2026
Pramono Bakal Pasang Saringan Sampah di 11 Sungai Jakarta, Ini Daftarnya

Pramono Bakal Pasang Saringan Sampah di 11 Sungai Jakarta, Ini Daftarnya

6 October 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau SSTBS di Jakarta Selatan, Senin 5 Oktober 2026 (Instagram @beritajakarta)

Tangani Sampah Kiriman, Pramono Anung Bakal Bikin Saringan Sampah di 11 Sungai Jakarta

6 October 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

7 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

7 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

7 months ago
Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

7 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Kevin Diks dan Joey Pelupessy kembali ke Eropa usai juarai FIFA Asean Cup 2026 (Instagram @garuda.heritage)
Olahraga

by Feri Spt
6 October 2026

Suaranusantara.com- Dua pemain Timnas Indonesia Kevin Diks dan Joey Pelupessy terlihat langsung berpisah dengan rekan sesama timnya...

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara soal nyalakan petasan acara Maulid Nabi (Instagram @probusmedia)

Nyalakan Petasan Acara Maulid Nabi Berujung Kericuhan, Pramono Anung: Tak Elok Nyalakan Jam 1 Malam

6 October 2026
Timnas Indonesia juara FIFA Asean Cup 2026 (Instagram @timnasindonesia)

Rangking Timnas Indonesia Usai Jadi Juara FIFA Asean Cup 2026, Ini Updatenya per Senin 5 Oktober

6 October 2026
Timnas Indonesia juara FIFA Asean Cup 2026 usai lawan Thailand, Senin malam 5 Oktober 2026 (Instagram @timnasindonesia)

Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Prabowo: Bonus Diatur Ketum PSSI

6 October 2026
Presiden Prabowo Subianto bangga usai Timnas Indonesia tumbangkan Thailand di laga final FIFA Asean Cup 2026 Senin 5 Oktober 2026 (Instagram @prabowo)

Drama Penalti Mengunci Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Prabowo: Bangga, Mereka Tak Menyerah sampai Detik Akhir

6 October 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com