Suaranusantara.com- Ketua DPR RI yang juga putri dari Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani hingga kini belum juga menanggapi surat pemakzulan Gibran Rakabuming Raka dari kursi Wakil Presiden (Wapres) RI.
Puan mengaku belum menanggapi surat pemakzulan Gibran lantaran belum diterima olehnya.
“Surat belum kita terima karena baru hari Selasa dibuka masa sidangnya, masih banyak surat yang menumpuk, namun nanti kalau sudah diterima tentu saja kita akan baca dan kita akan proses sesuai dengan mekanismenya,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa 1 Juli 2025.
Adapun surat pemakzulan Gibran diketahui dikirim langsung oleh Forum Purnawirawan TNI pada Juni 2025 lalu.
Surat itu langsung ditujukan kepada pimpinan DPR/MPR RI, namun hingga kini belum juga diproses.
Publik pun merasa kecewa atas Puan yang belum merespon surat pemakzulan Gibran itu. Publik merasa Puan enggan menanggapi surat pemakzulan Gibran.
Eks Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu menanggapi sebuah berita yang menyebut rakyat kecewa dengan Puan.
Didu mengatakan selama ini Puan selalu jadi bemper Presiden ke-7 Jokowi.
“Banyak fakta bahwa Bu Puan selalu jadi bemper Jokowi,” kata Didu dikutip dari unggahannya di X, Selasa 8 Juli 2025.
Tidak sampai di situ, Didu bahkan menyebut Puan rela melawan ibu. Hanya untuk membela Jokowi.
“Bahkan “melawan” Ibu pun dia lakukan demi membela Jokowi,” ujarnya.
Adapun Forum Purnawirawan TNI sempat mengancam akan menduduki Gedung DPR/MPR RI jika tak kunjung memproses surat pemakzulan Gibran.
Hal itu disampaikan langsung oleh Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto yang turut menandatangani surat pemakzulan Gibran.
Kata Slamet, jika secara halus dan sopan masih tak juga ditanggapi. Maka akan ditempuh cara lain yakni menduduki paksa gedung DPR/MPR RI.
“Kalau sudah kita dekati dengan cara yang sopan, tapi diabaikan, enggak ada langkah lagi selain ambil secara paksa, kita duduki MPR Senayan sana, oleh karena itu saya minta siapkan kekuatan,” kata mantan Kepala Staf TNI AL, Laksamana (Purn) Slamet Soebijanto di Jakarta Selatan, Rabu 2 Juli 2025.


















Discussion about this post