Suaranusantara.com – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta perwira remaja TNI hingga Polri untuk adaptif terhadap perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, serta memahami tantangan geopolitik yang dinamis.
Sebab, dia menilai, era digital dan disrupsi teknologi membawa tantangan baru.
Akibatnya, kata dia, keunggulan tempur dan penegakan hukum tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga oleh kecerdasan dalam mengelola informasi.
“Selain itu juga penting penguasaan teknologi pertahanan dan keamanan, serta kecepatan dalam merespons ancaman siber, disinformasi, kejahatan transnasional, hingga perang kognitif,” kata Puan usai menghadiri acara pelantikan Perwira TNI/Polri tahun 2025 yang digelar di pelataran Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Lebih lanjut, Puan mengatakan bahwa para perwira muda TNI-Polri adalah tulang punggung pertahanan dan keamanan negara dimasa depan.
“Para perwira muda TNI dan Polri adalah tulang punggung pertahanan dan keamanan negara di masa depan. Kalian adalah generasi penerus yang akan menentukan wajah TNI dan Polri ke depan,”ucap dia.
Maka dari itu, dia meminta kepada para perwira untuk menjalankan tugas dengan baik.
“Jalankan tugas secara profesional, pegang teguh nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan loyalitas. Jangan pernah lupakan sumpah dan janji yang telah diucapkan hari ini di hadapan Sang Merah Putih,”tutur Puan.
Puan pun mengingatkan kepada perwira muda untuk memiliki sikap humanis dan kenegarawanan dalam mengemban tugasnya.
“Jadilah perwira yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga cerdas, humanis, dan berjiwa besar. Jangan pernah mengkhianati rakyat dan negara,” katanya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik sebanyak 2.000 Calon Perwira Remaja (Capaja)di Istana.
Mereka terdiri dari 827 Capaja Akademi Militer (Akmil), 433 Capaja Akademi Angkatan Laut (AAL), 293 Capaja Akademi Angkatan Udara (AAU) dan 447 Capaja Akademi Kepolisian (Akpol).


















Discussion about this post