Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto angkat bicara soal negosiasi terkait tarif resiprokal di mana adanya kesepakatan transfer data pribadi Indonesia ke Amerika Serikat (AS).
Prabowo mengatakan bahwa hingga kini negosiasi terkait tarif resiprokal masih terus berjalan. Mengingat sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif resiprokal untuk Indonesia sebesar 32 persen.
“Ya nanti itu sedang, negosiasi berjalan terus,” kata Prabowo usai acara Harlah ke-27 PKB, Jakarta, Rabu 23 Juli 2025.
Adapun kabar soal adanya kesepakatan transfer data pribadi Indonesia ke AS dibocorkan oleh Trump.
Trump sebelumnya membocorkan poin-poin kerja sama perjanjian dagang dengan Indonesia mengenai tarif resiprokal. Salah satu poinnya adalah komitmen transfer data pribadi dari Indonesia ke Amerika Serikat.
Gedung Putih melalui pernyataan resminya, menyatakan Indonesia akan menyediakan kepastian terhadap kemampuan memindahkan data pribadi ke AS.
“Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan penting dengan Indonesia, yang akan memberikan Amerika akses pasar di Indonesia yang sebelumnya dianggap mustahil, dan membuka terobosan besar bagi sektor manufaktur, pertanian, dan digital Amerika,” demikian pernyataan Gedung Putih di situs resminya yang dirilis pada Selasa 22 Juli 2025 waktu setempat.
Terkait hal tersebut, sebelumnya Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan RI (PCO), Hasan Nasbi memastikan transfer data itu akan dilakukan tetap dalam kerangka Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.
“Kita hanya bertukar data berdasarkan UU Data Perlindungan Data pribadi kepada negara yang diakui bisa melindungi dan menjamin menjaga data pribadi,” kata Hasan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu siang.
Ia menjelaskan transfer data ini akan berkutat pada kerangka perdagangan, khususnya terhadap komoditas yang berpotensi disalahgunakan penggunaannya.


















Discussion about this post