Suaranusantara.com- Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, menduga ada praktik curang dalam sistem ketenagakerjaan dan pendidikan profesi di sektor medis yang berdampak besar terhadap meningkatnya angka pengangguran lulusan kampus. Ia menekankan bahwa persoalan ini kerap luput dari perhatian publik.
Dalam pandangan Immanuel Ebenezer, banyak lulusan farmasi dan kedokteran tidak bisa langsung bekerja karena terbentur syarat pendidikan profesi tambahan yang menuntut biaya besar dan proses panjang.
Bahkan, menurutnya, tak sedikit yang sudah menjalani tahapan tersebut, tetapi tetap gagal lulus karena ada kekuatan tertentu yang mengatur kelulusan.
“Akhirnya (para sarjana) enggak bisa bekerja karena apa? Tuntutan untuk melanjutkan sekolah profesinya enggak ada, karena enggak ada uang”ucap Noel saat ditemui di acara Dewas BPJS Menyapa Indonesia di Auditorium BRIN, Jakarta Pusat, Senin (28/7).
“Belum kalaupun sudah sekolah profesi, berkali-kali mereka tidak diluluskan. Artinya ada mafia kesehatan, ada mafia regulasi di situ”. Tambahnya
Noel menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap keberadaan jaringan yang ia sebut sebagai mafia ini. Ia menyebut, dengan posisi dirinya sebagai wakil menteri, sudah seharusnya ada upaya konkret untuk memutus rantai praktik tak sehat tersebut.
Saat ini, pihaknya masih mengumpulkan informasi dan mendalami pola kerja jaringan tersebut. Ia menegaskan bahwa ada regulasi-regulasi yang sengaja dibuat dengan kepentingan tertentu, dan inilah yang harus dibuka ke publik.
“Nah sekarang mafia-mafia itu kita lawan. Apalagi ada Menteri, ada Wamen, lawan tuh kaya gitu-gitu,” tegasnya.
Namun, ia belum bisa membeberkan apakah yang terlibat berasal dari kalangan korporasi atau individu tertentu. Ia menambahkan bahwa pada waktunya nanti, semua temuan yang ada akan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.


















Discussion about this post