Suaranusantara.com- Kombes Ade Ary Syam Indradi menjadi salah satu perwira Polri yang mengalami rotasi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
Kombes Ade Ary diketahui sebelumnya menjabat sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya. Dia menjalankan amanah tersebut selama satu tahun tujuh bulan
Kini Ade oleh Kapolri Listyo Sigit dipromosikan sebagai Kepala Biro Multimedia (Karomulmed) di Divisi Humas Polri.
Ade diketahui memiliki kemampuan dalam berkomunikasi di hadapan publik yang membuatnya kembali dipercaya mengisi job bintang satu di Divisi Humas Polri
Adapun Promosi kenaikan jabatan Kombes Ade Ary itu tertuang dalam surat telegram ST/1764/VIII/KEP./2025, tanggal 5 Agustus 2025.
Seiring dengan kenaikan jabatan, maka Kombes Ade Ary segera menyandang gelar bintang satu yakni Brigadir Jenderal (Brigjen).
Kombes Ade Ary menggantikan Brigjen Gatot Repli Handoko yang diangkat dalam jabatan baru sebagai Dosen Kepolisian Utama Tingkat I STIK Lemdiklat Polri.
Ade Ary merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 yang mengawali kariernya sebagai Pamapta di Polres Gresik.
Pada tahun 2000, Ade Ary dipercaya sebagai Kapolsek Panceng Polres Gresi, Polda Jawa Timur. Selama enam tahun mengabdi di Jawa Timur, Ade Ary kemudian dipindah ke Polda Metro Jaya. Ia ditunjuk sebagai Kapolsek Jatiuwung, Polres Metro Tangerang Kota.
Ia juga pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kabupaten pada 2007. Ade Ary kemudian menjalani pendidikan Sespimen pada 2012.
Di tahun 2015, Ade Ary diangkat sebagai Kapolres Cimahi, Polda Jawa Barat. Ia juga pernah menduduki jabatan Kapolres Karawang pada 2017.
Kariernya semakin menanjak pada 2019, saat dia diangkat sebagai Kapolresta Pontianak hingga dirotasi sebagai Kapolresta Tangerang.
Jabatan strategis lainnya yang diemban Ade Ary adalah sebagai Direktur Reskrimum Polda DIY pada 2021, dan terakhir Kapolres Metro Jakarta Selatan pada 24 September 2022 hingga Desember 2023.
Selama menjabat Kapolres Metro Jakarta Selatan, Ade Ary banyak mengungkap kasus yang menonjol. Di antaranya kasus Panca Darmansyah yang membunuh 4 anaknya di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
***


















Discussion about this post