Suaranusantara.com- Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menilai wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sudah tidak relevan untuk dibicarakan. Menurutnya, fokus para tokoh bangsa semestinya diarahkan pada kepentingan nasional, bukan saling mencurigai atau menyebarkan fitnah politik.
Pernyataan itu disampaikan Idrus menanggapi pertemuan Gibran Rakabuming dengan Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal (Purn) Try Sutrisno. Ia menilai, pertemuan tersebut menunjukkan hubungan antartokoh nasional yang tetap terjalin harmonis, sekaligus menjadi contoh pentingnya silaturahmi bagi negara yang majemuk seperti Indonesia.
“Kalau tokoh pasti bicara masalah bangsa. Kalau bicara tentang bangsa berarti diuji komitmennya tentang Indonesia masa depan,” ungkapnya.
Idrus menjelaskan bahwa prinsip yang dibawa Presiden Prabowo Subianto adalah melihat Indonesia sebagai satu keluarga besar. Ia mengingatkan kembali pesan dalam pidato perdana Presiden Prabowo yang menggambarkan Indonesia sebagai rumah besar bagi seluruh rakyatnya.
Ia menekankan bahwa nilai gotong royong dan kebersamaan yang melekat pada bangsa Indonesia harus dijaga. Karena itu, pertemuan tokoh, baik dalam bentuk safari politik maupun obrolan informal, dianggapnya sebagai hal yang tidak bisa dihindari dan bahkan perlu didorong untuk meminimalkan kecurigaan serta menghindari penafsiran politik yang keliru.
“Kalau kita mengikuti cara berpikir dan prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh Presiden bahwa kita ini adalah keluarga besar. Oleh karena itu, mari kita merawat bangsa ini,” kata Idrus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Idrus menegaskan bahwa pertemuan semacam itu akan membawa keuntungan bagi bangsa karena mampu mengurangi potensi fitnah politik. Menurutnya, isu-isu lama seperti pemakzulan Gibran hanya akan menghambat harmoni dan integrasi nasional.

















Discussion about this post