Suaranusantara.com – Angka 1312 kembali tranding topik di media sosial X. Kali ini muncul usai insiden pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan yang meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat hendak mengantarkan pesanan makanan pada Kamis, (28/8/2025), bertepatan dengan adanya aksi unjuk rasa buruh.
Sebelumnya, angka 1312 ini juga pernah menjadi sorotan. Hal itu terjadi usai grup band bergenre punk asal Purbalingga, Sukatani, mengumumkan permintaan maafnya ke institusi kepolisian dan menarik lagu berjudul “Bayar Bayar Bayar” dari semua platform pemutar musik pada Kamis, 20 Februari 2025.
Salah satu akun yang menulis kode 1312 adalah musisi Baskara Putra. “Ada lagu udah mulai kena bredel. sedih banget denger kabarnya. 1312,” tulis Baskara di akun X @Wordfangs.
Lantas, apa maksud dari 1312?
Mengutip Urban Dictionary, angka 1312 merupakan representasi numerik dari akronim ACAB, di mana angka 1 mewakili huruf A, angka 3 untuk huruf C, angka 2 untuk huruf B.
ACAB adalah akronim dalam bahasa Inggris yang berarti “All Cops Are Bastards,” yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti semua polisi adalah bajingan.
Ungkapan All Cops Are Bastards ini sering muncul dalam aksi demonstrasi atau bentuk perlawanan di beberapa negara barat.
Biasanya, istilah ini digunakan sebagai bentuk kekecewaan dan kemarahan terhadap tindakan aparat kepolisian yang dianggap sewenang-wenang.
Berdasarkan situs GQ, mengatakan bahwa asal-usul penggunaan kode 1312 ACAB dalam aksi demonstrasi belum diketahui secara pasti.
Namun, beberapa sumber meyakini bahwa istilah ini pertama kali muncul di Inggris saat terjadi aksi mogok kerja besar-besaran pada 1940-an.
Pada masa itu, ACAB merupakan singkatan dari “All Coppers Are Bastards,” yang berarti semua polisi adalah bajingan.


















Discussion about this post