Suaranusantara.com- Ahmad Sahroni selaku politisi dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) harus menelan pil pahit imbas dari perkataannya yang menyakiti rakyat dengan menyebut sebagai orang tolol. Sebab, rumahnya dirusak habis-habisan bahkan barang-barangnya pun dijarah oleh massa.
Sejumlah mobil mewah yang terparkir di garasi rumahnya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara pun juga menjadi bulan-bulanannya massa yang marah akibat perkataan Ahmad Sahroni itu.
Tak berhenti sampai di situ, imbas perkataannya Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh pun menonaktifkan crazy rich Tanjung Priok itu dari kursi DPR RI.
Sebelumnya, NasDem mengambil langkah untuk lebih dulu mencopot Ahmad Sahroni dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR.
Surat itu bernomor F.NasDem.758/DPR-RI/VIII/2025. Sahroni kemudian ditempatkan sebagai Anggota Komisi I DPR.
Atas kondisi yang demikian, Sahroni akhirnya muncul dan meminta maaf kepada rakyat.
Sahroni menyampaikan permintaan maafnya itu melalui media sosial akun X dulu Twitter @sahroninasdem.
Tak hanya itu, Sahroni juga berjanji tidak akan mengulangi dan akan memperbaiki kesalahan yang telah diperbuatnnya.
“Untuk seluruh rakyat Indonesia, saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan yang telah saya lontarkan. Saya dengan penuh kerendahan hati, tidak akan mengulangi dan akan memperbaiki,” tulis Sahroni dalam cuitannya di platform X dilihat Senin 1 September 2025.
Dalam kesempatan itu, Sahroni juga menyampaikan permintaan maafnya untuk sementara tidak dapat kembali Tanah Air. Ia mengaitkan keputusan tersebut dengan faktor keselamatan diri dan keluarganya.
“Untuk permintaan agar saya kembali ke tanah air, mohon maaf belum bisa saya penuhi. Karena saya harus menjaga keamanan diri dan keluarga saya,” lanjutnya, diakhiri dengan salam dan inisial -AS.
Sebelumnya, Sahroni menanggapi soal demo pembubaran DPR RI imbas diumumkan kenaikan tunjangan bagi para Anggota Dewan.
Imbas kenaikan tunjangan itu, rakyat marah. Sebab, di saat perekonomian rakyat sulit melilit, Anggota Dewan malah menikmati uang kenaikan tunjangan yang cukup besar.
Dari situlah, Sahroni menyebut rakyat yang mendesak pembubaran DPR sebagai orang tolol.
“Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia,” kata Ahmad Sahroni saat kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara (Sumut), Jumat 22 Agustus 2025.


















Discussion about this post