Jakarta-SuaraNusantara
Deputi I Bidang Pengkajian dan Materi Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), Dr. Anas Saidi, menilai terlalu pendek waktu yang akan bisa dilakukan oleh UKP PIP dan terlalu luas daerah yang bisa dijangkau, mengingat area kerja lembaga ini di seluruh Indonesia.
“Karena itu, ada beberapa hal yang menjadi stressing dari Kedeputian yang kemudian akan saya lakukan bersama-sama dengan staf yang lain,” ujar Anas dalam konperensi pers di ruang rapat lantai II Gedung III Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta, Rabu (5/7/2017) siang.
Pertama, dalam dunia pendidikan kita tahu pada dasarnya masa depan ideologi Pancasila terletak pada generasi muda yang sering disebut dengan generasi cyber atau kurang lebih mereka generasi yang pasca reformasi, yang sekarang duduk di SD sampai mahasiswa, yang mereka secara kebetulan relatif tidak mendapatkan pengetahuan yang memadai tentang sejarah Pancasila.
Kedua, implikasi dari proses Islamisasi yang terjadi di Indonesia yang dalam istilah sosiologi sering disebut spiritualis, syariah, itu mendahului pengetahuan mereka, sehingga sistem khilafah dan sebagainya itu membuat mereka tidak begitu sempurna terhadap pengetahuan Pancasila.
Dalam rangka itu, lanjat Anas, pihaknya akan mencoba melakukan kajian-kajian tentang kurikulum, dan lain sebaginya yang berkaitan dengan masalah-masalah tentang Pancasila yang sebagian besar stressing-nya akan berbeda dibandingkan dengan kebutuhan ideologi Pancasila sebagai ideologi yang terbuka sekarang ini.
Sementara Deputi II Bidang Advokasi Prof. Dr. Hariyono, M.Pd mengatakan, dirinya ingin dan akan berusaha bagaimana Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup menjadi arus utama pemikiran-pemikiran di masyarakat dan di lembaga-lembaga negara, sehingga hasil kajian/materi di Bidang I itu akan digunakan sebagaireference, bagaimana kehidupan di masyarakat, di pemerintahan, di BUMN itu juga kembali kepada nilai-nilai yang telah digali oleh bangsa kita, oleh para pendiri bangsa kita.
“Dalam Deputi kami, kami juga akan mencoba dan berusaha mempromosikan praktik-praktik dan perilaku Pancasilais yang ada di masyarakat. Karena kita lihat beberapa komunitas kampung Nusantara, beberapa anak-anak yang berprestasi, dll, tanpa dia menyebutkan dirinya Pancasila secara leterlek, tapi nilai-nlai yang diprektikkan itu sudah sangat Pancasilais,” terang Hariyono.
Ditambahkan Hariyono, pihaknya nanti akan berusaha membangun jaringan dan memperkuat organisasi dan relawan yang ada di dalam masyarakat kita, karena kalau diikuti di beberapa mass media, sebenarnya yang melakukan, mensosialisasikan, dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila itu sudah banyak. Cuma ada penyakit di dalam kehidupan kita yang negatif itu diberitakan terlalu banyak, yang positif itu kurang.
Penulis: Cipto

















