Suaranusantara.com- Pesan tegas Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kembali disampaikan oleh Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, pada peringatan Hari Tani Nasional. Megawati meminta agar pemerintah menghentikan praktik konversi lahan pertanian produktif menjadi kawasan industri.
Hasto, saat berdialog dengan kelompok petani di Bekasi, menegaskan pentingnya menjamin kepemilikan tanah yang cukup bagi para petani. Ia menyebut lahan minimal 1,5 hektare per orang sebagai standar yang perlu diperhatikan agar petani tidak terus terjebak dalam posisi sebagai buruh penggarap.
“Kalau tanahnya tidak cukup, pemerintah pusat, daerah, dan DPR harus hadir. Redistribusi lahan negara harus dilakukan agar petani penggarap punya tanah sendiri, bukan sekadar buruh tani atau penggarap lahan industri,” ujarnya.
Ia juga menilai redistribusi lahan negara merupakan langkah mendesak yang harus dilakukan oleh pemerintah pusat, daerah, bersama DPR. Upaya itu dianggap penting untuk memastikan keadilan agraria sekaligus menjaga stabilitas pangan.
Lebih jauh, Hasto mengingatkan pesan Megawati bahwa jika lahan produktif terus hilang, maka kebutuhan pangan masyarakat perkotaan ikut terancam.
Karena itu, ia menekankan perlunya memperkuat organisasi petani agar dapat melawan praktik yang merugikan, termasuk pemotongan jatah pupuk, benih, maupun akses air irigasi.
“Kalau lahan pertanian hilang, pangan kota pun terancam. Arahan Ibu Megawati jelas, lahan subur harus dipertahankan. Kita harus perkuat organisasi petani agar siapa pun yang hendak memotong jatah pupuk, benih, solar, atau air, dihadapi bersama karena hukum harus ditegakkan. Semoga Hari Tani ini membangkitkan semangat kita turun membantu petani,” pungkasnya.


















Discussion about this post