Suaranusantara.com – Praktisi kesehatan, Ngabila Salama, menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai kualitas menu dan edukasi kesehatan harus berjalan seiring.
“Pastikan menu MBG sehat, utamakan produk alami dan pangan lokal. Perlu pelatihan, monitoring, serta pengawasan tajam sampai tingkat kelurahan,” kata Ngabila.
Menurutnya, MBG sebaiknya tidak hanya memberi makanan bergizi, tetapi juga membangun kebiasaan sehat sejak dini. Ia mendorong agar kegiatan makan bersama disertai tema edukasi harian tentang kesehatan dan pencegahan penyakit.
“Kemenkes, Kemdikbud, dan Kemenag sudah meluncurkan buku ajar digital kesehatan dalam kurikulum merdeka sejak 2023. Materi itu bisa disisipkan sebelum makan,” jelasnya.
Ngabila juga menyarankan pemanfaatan buku digital resep makanan bergizi milik Kemenkes. Resep berbasis konsep Isi Piringku itu mudah diakses masyarakat melalui laman resmi Ayosehat Kemenkes.
Ia menambahkan, pemberian reward dan punishment perlu diterapkan untuk penyedia katering. Dengan begitu, mutu makanan bisa konsisten dan anak-anak tetap mendapat gizi terbaik.


















Discussion about this post