Suaranusantara.com – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan perlunya data disabilitas yang komprehensif sebagai fondasi pembangunan inklusif di Indonesia. Menurutnya, data yang akurat akan memastikan program pemerintah tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Pelibatan aktif semua pihak, termasuk penyandang disabilitas, merupakan langkah penting dalam mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif dan berdampak merata bagi setiap warga negara,” ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/9).
Lestari menilai paradigma pembangunan perlu bergeser dengan memandang difabel sebagai aset dan sumber daya, bukan beban.
“Tanpa data yang komprehensif, program peningkatan peran penyandang disabilitas dalam proses pembangunan berpotensi tidak tepat sasaran,” tegas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menyampaikan target agar 50 persen penyandang disabilitas di wilayahnya dapat mengakses program Kecamatan Berdaya.
Hingga kini, program Kecamatan Berdaya telah berjalan di 94 kecamatan di Jawa Tengah. Lestari menilai inisiatif tersebut perlu ditopang dengan basis data yang kuat agar manfaatnya merata bagi seluruh kelompok masyarakat.
Sebagai anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, Lestari berharap pembangunan yang melibatkan penyandang disabilitas tidak hanya menjadi proyek jangka pendek, tetapi dapat berkelanjutan.
“Tujuannya jelas, yaitu mewujudkan masyarakat adil, makmur, dan setara bagi setiap warga negara,” pungkasnya.


















Discussion about this post