Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Aktivis Gelar Rembuk Rakyat: Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Arah Pembangunan Belum Jelas

Ilwan Nehe by Ilwan Nehe
17 October 2025
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Romo Setyo dalam acara rembuk rakyat, Jumat 17/10/25

Romo Setyo dalam acara rembuk rakyat, Jumat 17/10/25

8
SHARES
70
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Forum Rembuk Rakyat Evaluasi 1 Tahun Prabowo–Gibran yang digelar di STF Driyarkara, Jakarta, Jumat (17/10/2025), menjadi wadah sejumlah aktivis menyuarakan keprihatinan terhadap kinerja pemerintahan setahun terakhir.

Mereka menilai arah kebijakan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih jauh dari prinsip tata kelola pemerintahan yang efektif.

Para aktivis menyoroti berbagai program unggulan seperti Food Estate, hilirisasi energi, serta proyek-proyek lanjutan dari masa pemerintahan sebelumnya, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN) dan 226 Proyek Strategis Nasional (PSN). Di sisi lain, beban utang yang terus meningkat dan kurangnya disiplin fiskal dianggap memperburuk arah pembangunan nasional.

BACAJUGA

Israel Tangkap Aktivis dan Empat Jurnalis RI dalam Misi Global Sumud Flotilla

Peringati 14 Tahun, Forum Aktivis Konami Gelar Halal Bihalal

Dalam forum tersebut, mereka juga mengkritisi program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan Program 3 Juta Rumah.

Menurut mereka, inisiatif tersebut diluncurkan tanpa kajian dan kesiapan teknis yang memadai, sehingga menimbulkan masalah baru di lapangan.

Dalam siaran persnya, para aktivis menilai struktur kabinet dan birokrasi di bawah pemerintahan Prabowo–Gibran semakin gemuk. Kondisi itu dinilai berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran dan kesulitan koordinasi antarinstansi. Mereka juga menilai muncul indikasi praktik KKN karena sejumlah jabatan strategis ditempati oleh figur yang berasal dari jaringan politik atau kelompok tertentu, bukan berdasarkan kapasitas profesional.

“Masalah lainnya di Birokrasi adalah dengan munculnya Geng Politik di dalam tubuh Pemerintahan Prabowo Gibran menjadi benalu yang menjauhkan Pemerintahan dengan Rakyatnya seperti adanya Geng Solo, Geng Hambalang Boys, Geng Angkatan, dan Geng-geng lainnya,” ungkap rilis Rembuk Rakyat, Jumat 17 Oktober 2025.

Salah satu yang dibahas dalam agenda Rembuk Rakyat yang digagas oleh aktivis mahasiswa ini adalah bagaimana Pemerintahan Presiden Prabowo Gibran juga memperluas peran militer dalam birokrasi sipil setelah disahkannya Undang-Undang No.3 Tahun 2025 Tentang Tentara Nasional Indonesia.

Hal ini tampak nyata dalam semakin luasnya peran militer dalam Operasi Militer Selain Perang(OMSP) hal ini dapat dilihat dari keterlibatan militer dalam Badan Gizi Nasional, Koperasi Merah Putih serta banyak Lembaga lainya. Ditambah adanya Batalion Teritorial Pembangunan (BTP) yang dibangun dalam rangka menyukseskan ketahanan pangan, dan pembentukan Satgas Penertiban Kawasan Hutan melalui PERPRES No 5 Tahun.

“Situasi tersebut memperterang watak pemerintahan Prabowo-Gibran yang terlihat semakin anti rakyat. Alih-alih menjawab kebutuhan dasar rakyat (upah, tanah, kerja, serta akses pendidikan dan kesehatan), pemerintahan Prabowo-Gibran hanya akan semakin memancing kemarahan rakyat berikutnya seperti pada peristiwa Pati hingga kerusuhan akhir Agustus. Terjadinya kriminalisasi dan intimidasi para pejuang demokrasi menjadi karakter lain dari pemerintahan Prabowo-Gibran,” ungkap salah satu juru bicara Rembuk Rakyat Dendy Se.

Aktivis GMNI ini juga melihat Forum Rembuk Rakyat yang membawa narasi Evaluasi 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran adalah sebagai langkah awal untuk meningkatkan kesadaran publik, membangun persatuan, dan sebagai wujud nyata bela negara yang benar diantara mahasiswa, akademisi, ekonom, buruh, tani, tokoh bangsa, dan berbagai sektor rakyat lainnya.

Dalam Rembuk Rakyat ini juga mengundang beberapa panelis untuk melihat kondisi Indonesia saat ini lebih luas seperti Romo Setyo, Ubedillah Badrun, Titi Suhada, Fauzan Lu, Unang Sunanrno, Panji, dan dipandu oleh Danar Dono.

Salah satu panelis Romo Setyo melihat bagaimana tahun pertama kepemimpinan Prabowo menunjukkan pemerintahan tanpa adab dan berbudaya.

Dia lalu mencontohkan bagaimana reaksi Menteri Kabinet Merah Putih yang terkesan meremehkan kasus keracunan massal akibat makan bergizi gratis.

Setyo merujuk pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang menyebut bahwa penyebab keracunan itu ialah karena siswa belum terbiasa mengonsumsi MBG.

“Ya ampun, ini kan ribuan anak-anak ya. Keracunan ini kan serius, kenapa tidak ditangani dengan serius,” ujar Setyo

Setyo juga menyoroti sikap pemerintah soal reformasi Polri dan dalam menghadapi gelombang demonstrasi yang berakhir ricuh pada akhir Agustus lalu. Dia menyayangkan bahwa hingga saat ini ratusan demonstran masih ditahan oleh polisi di berbagai daerah

“Presiden sudah satu bulan ini menjanjikan reformasi Polri tapi faktanya sampai sekarang belum ada,” ungkap Setyo.

Prabowo tidak bergeming meski ada desakan pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Desakan itu menggema usai Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas kendaraan brigade mobil di tengah demostrasi.

“Kalau kita lihat bahwa sepertinya pemerintahan ini masih disandera oleh pemerintahan yang lalu. Usulan reformasi polri tak sampai ke mana-mana meski sudah sebulan, lalu usulan pencopotan Kapolri itu juga tidak ditangani,” ujar dia.

Lalu ketika ditanya apakah kita masih bisa berharap dengan Pemerintah saat ini.

“Harapan ya masih ada, namun kita wajib berani menentukan nasib kita sendiri buat Bangsa yang lebih maju,” tegas dosen STF Driyakarya ini.

Agenda Rembuk Rakyat ini dipelopori oleh para aktivis dari Front Mahasiswa Nasional-Gerakan Mahasiswa Nasional Cabang Jakarta Selatan-Serikat Mahasiswa Indonesia-Serikat Pemuda Progresif-Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Driyakarya, dan Kampus-kampus di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo dan Papua.

Tags: aktivisGmni JakselPrabowo-GibranRembuk RakyatSatu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Lestari Moerdijat ajak anak muda untuk tingkatkan literasi
Nasional

Lestari Moerdijat Dorong Gerak Bersama Wujudkan Penguatan Sistem Perlindungan Anak sejak Dini

by snc4
8 July 2026

Suaranusantara.com- Dorong penguatan sistem perlindungan anak sejak dini melalui...

Badan Pengkajian MPR RI gelar FGD di Makassar
Nasional

Badan Pengkajian MPR RI dalami Desentralisasi Berbasis Kapasitas dan Dampak melalui FGD di Makassar

by snc4
8 July 2026

Suaranusantara.com- Kelompok III Badan Pengkajian MPR RI menggelar Focus Group...

Said Iqbal dan Purbaya akhirnya bertemu hari ini Rabu 8 Juli 2026 (Instagram @nowdots)

Akhirnya Said Iqbal dan Purbaya Bertemu Bahas Soal Pajak 0 Persen JHT, Gimana Hasilnya?

8 July 2026
Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terbitkan surat (dok DPD PDIP Jatim)

Bukan Oposisi! Megawati Soekarnoputri Resmi Nyatakan Posisi Politik PDI Perjuangan

8 July 2026
Hardiyanto Kenneth Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan diduga terobos jalur busway (Instagram @faktapersidoofficial)

Dugaan Arogansi Hardiyanto Kenneth Terobos Jalur Busway dan Maki-maki Polisi, BK DPRD DKI Jakarta Investigasi

8 July 2026
Foto Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tebar 10 ribu bibit ikan saat ultah ke 56 (Instagram @bungkusuma2)

Tebar 10 Ribu Bibit Ikan di Momen Ultah ke 60, Hasto Kristiyanto: Tradisi yang Diajarkan Megawati Soekarnoputri

8 July 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

4 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

4 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

4 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

4 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

4 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

PM India Narendra Modi saat mencoba bermain angklung cendera mata dari Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram @sekretariat.kabinet)
Nasional

Momen PM India Mainkan Angklung Cendera Mata dari Prabowo

by Feri Spt
8 July 2026

Suaranusantara.com- Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi mendapat cendera mata istimewa dari Presiden RI Prabowo Subianto saat...

PM India Narendra Modi dan Presiden RI Prabowo Subianto saling berpelukan erat (Instagram @sekretariat.kabinet)

PM India Sebut Persahabatan dengan Prabowo Menembus Batas Hak Cipta: Saling Cinta dan Menghormati

8 July 2026
Momen Presiden RI Prabowo Subianto mendampingi PM India Narendra Modi saat berkunjung ke Gedung DPR RI (Instagram @sekretariat.kabinet)

Di Hadapan Narendra Modi, Prabowo: Kita Punya Visi Masa Depan yang Sama

8 July 2026
Presiden RI Prabowo Subianto bicara soal kekagumannya terhadap PM India Narendra Modi (Instagram @prabowo)

Meski Kagumi Narendra Modi, Prabowo Tegaskan Tak Akan Campuri Urusan Politik Dalam Negeri India

8 July 2026
Momen hangat pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi saat tiba di Istana (Instagram @prabowo)

Prabowo di Hadapan Komunitas India Terang-terangan Ungkap Kagumi Narendra Modi: Banyak Kebijakan India Jadi Inspirasi

8 July 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com