Suaranusantara.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ada sebanyak delapan belas gubernur dari seluruh Indonesia datang kepadanya meminta agar anggaran daerah dinaikan.
Purbaya mengatakan pihaknya bersedia menaikan anggaran daerah. Namun, Presiden RI Prabowo Subianto masih ragu untuk menaikan anggaran daerah.
Kata Purbaya, keraguan Prabowo bukan tanpa sebab. Hal ini dikarenakan banyak anggaran yang diselewengkan.
“Beberapa waktu lalu ada 18 gubernur datang ke tempat saya kan, mereka menuntut transfer ke daerah dinaikkan. Sebenarnya kalau saya sih mau aja naikin, cuma pemimpin di atas masih ragu dengan kebijakan itu, karena mereka bilang sering diselewengkan uang di daerah,” kata Purbaya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Senin 20 Oktober 2025.
Maka dari itu, ketika para gubernur meminta dinaikan anggaran daerah, Purbaya hanya menyampaikan pesan untuk terlebih dahulu memperbaiki tata kelola dan percepatan penyerapan.
Nantinya, Purbaya setelah dua triwulan ke depan akan menilai bagaimana realisasi serapan anggaran daerah sekaligus sejauh mana perbaikan tata kelola dilakukan oleh para pemimpin daerah.
“Kalau bagus, penyelewengan sedikit, saya yakin ekonominya … karena lagi kita dorong lebih cepat kan, saya yakin uang saya lebih banyak dibanding yang diperkirakan sebelumnya. Nanti, akhir triwulan I, menjelang triwulan II, saya bisa hitung berapa uang yang saya bisa tambah untuk transfer ke daerah (TKD). Tapi dengan syarat tadi, tata kelolanya sudah baik,” tegasnya.
Sebaliknya, jika tata kelola anggaran daerah masih amburadul dan penyelewengan tidak juga menurun, Purbaya menegaskan tidak akan mengajukan kenaikan TKD kepada Presiden Prabowo.
“Kalau jelek saya nggak bisa ajukan ke atas. Presiden kurang suka rupanya kalau itu. Tapi kalau kita punya bukti bahwa udah bagus semua, harusnya nggak ada masalah kita naikkan,” ujar mantan Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) itu.


















Discussion about this post