Suaranusantara.com- Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia tak ingin berpuas diri atas perolehan kursi pada 2019. Untuk itu, dia tak hanya mempertahankan perolehan melainkan menargetkan perolehan kursi Golkar bisa melonjak pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
“Target Partai Golkar bukan hanya mempertahankan, tapi menambah kursi baik di DPR RI, provinsi, maupun kabupaten/kota,” katanya saat Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu 2 November 2025.
Untuk meningkatkan perolehan kursi, harus ada langkah nyata dari Partai Golkar. Langkah nyata itu dengan dia memerintahkan agar seluruh pengurus partai berlambang pohon beringin itu melakukan konsolidasi secara menyeluruh sampai ke bawah-bawah.
Menurutnya, struktur partai harus diperkuat hingga ke tingkat kecamatan dan desa, termasuk revitalisasi pengurus yang tak lagi aktif.
“Konsolidasi harus berjalan sampai desa. Pengurus yang tinggal nama harus direvitalisasi. Golkar tidak bisa besar tanpa mesin yang bergerak di bawah,” ujarnya.
Tidak hanya penguatan struktur, Golkar juga akan mengandalkan strategi percepatan regenerasi. Bahlil menilai komposisi pemilih Pemilu 2029 didominasi usai muda yakni umur 17 hingga 50 tahun.
Adapun porsi pemilih usia muda mencapai 73 persen. Itu artinya mendominasi. Oleh karena itu, ia meminta partai untuk adaptif terhadap dinamika anak muda.
“Ke depan bukan yang besar mengalahkan yang kecil, tapi yang cepat mengalahkan yang lambat. Golkar harus kreatif, inovatif, dan memberi ruang lebih besar kepada anak muda,” katanya.
Bahlil menyebut Golkar telah memiliki tradisi regenerasi, mencontohkan kehadiran sejumlah kader muda yang kini duduk di parlemen nasional. Ia menegaskan perubahan ini harus terus diperluas agar Golkar tetap relevan di era kompetisi politik yang semakin cepat.
Dengan kombinasi target politik yang agresif, konsolidasi struktural hingga desa, serta fokus pada pemilih muda, Golkar berharap mempertahankan posisinya sebagai salah satu kekuatan politik utama di Indonesia pada Pemilu 2029.


















Discussion about this post