Suaranusantara.com- Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli bertemu dan berdiskusi bersama dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Tengah (Kalteng) Dr. Agus Sahat Sampe Tua Lumbangaol, S.H., M.H. Pertemuan diskusi berlangsung pada hari Kamis, tanggal 6 November 2025, di ruang kerja Kajati, di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati), di Palangka Raya, Kalteng.
Penegakan Supremasi Hukum untuk merawat, menjaga, dan memaknai kualitas Otonomi Daerah. Juga untuk mendukung dan mendorong percepatan dan peningkatan pergerakan perekonomian. Institusi Adhyaksa dan ekosistem Kejaksaan pada dasarnya berperan secara berarti untuk mewujudkan keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan Rakyat dan Daerah.
Firman Jaya Daeli yang juga mantan Tim Perumus UU Kepolisian, UU Kejaksaan, UU Kehakiman, UU Pertahanan Negara, UU Pemerintahan Daerah, dan Komisi Politik & Hukum DPR-RI – bertemu dan berdiskusi bersama dengan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Prof. Dr. Ir. Salampak Dohong, M.S. Pertemuan diskusi berlangsung pada hari Jumat, tanggal 7 November 2025, di ruang kerja Rektor, gedung Rektorat, di Palangka Raya, Kalteng.
Intisari dan substansi dari pertemuan diskusi bermuatan pada pengembangan dan perkuatan kapasitas kelembagaan Civitas Akademika kampus UPR. Posisi, fungsi, orientasi, tugas, tanggungjawab, dan peran kampus UPR dalam konteks Kalteng dan Kawasan serta dalam kerangka membangun Kalteng dan Indonesia. Tentu dalam perspektif kampus UPR dengan paradigma Peradaban. Kalteng sebagai sebuah Peradaban Bumi Tambun Bungai. Dengan demikian Pembangunan Kalteng dan Pembangunan Indonesia dengan dan dari perspektif kualitas Otonomi Daerah.
Sebelumnya Firman Jaya Daeli mengunjungi gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut (PPIIG) UPR, pada hari Kamis, tanggal 6 November 2025, di kampus Universitas Palangka Raya (UPR). Bertemu dan berdiskusi bersama dengan Direktur PPIIG UPR Ir. Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., Ph.D (lulusan Doktor/Ph.D dari Jepang dan pernah menjadi Assistant Professor di Hokkaido University, Jepang).
Berdiskusi sembari mendengar keterangan dan penjelasan dari Direktur PPIIG UPR Ir. Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., Ph.D. Juga mengunjungi sejumlah titik lokasi ruangan milik PPIIG UPR, antara lain : Pusat Informasi PPIIG UPR, dan lain-lain. Atmosfir PPIIG dan UPR serta keseluruhan Kalteng – tentu sebaiknya, seharusnya, dan sejatinya menjaga dan membangun kualitas keseluruhan ekosistem Kalteng dan Kawasan. Kemanusian, Kemasyarakatan, Kerakyatan ; Demokrasi, Keadilan, Keadaban ; Pangan, Perumahan, Kemakmuran, Kesejahteraan ; Ekologi, Energi, Lingkungan Hidup, Kehutanan, Kelautan, Pertanahan, Pertanian, Perikanan ; Sosial, Kesehatan, Pendidikan, Kebudayaan ; Keutuhan Ciptaan ; dan lain-lain.
Forum Organisasi Kemahasiswaan Ekstra Kampus yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus mengundang Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli untuk menyampaikan Pemikiran dan Berdialog dalam kegiatan Temu Dialog Kebangsaan. Kegiatan berlangsung pada hari Jumat, tanggal 7 November 2025, di Rumah Pahlawan Nasional Tjilik Riwut (Gubernur Kalteng Periode 1958 – 1967).
Temu Dialog Kebangsaan bertemakan : “Semangat Suara Profetis Kaum Muda Tambun Bungai Membangun Kalteng dan Indonesia”. Hadir mengikuti dan menyampaikan pemikiran dalam kegiatan Temu Dialog Kebangsaan para Pimpinan, Pengurus, dan Aktifis Organisasi Kemahasiswaan Kelompok Cipayung Plus. Konstruksi dan substansi kegiatan berbasis pada Peradaban Bumi Tambun Bungai Kalteng dan Pembangunan Indonesia yang berperspektif kualitas dan integritas kualitas Otonomi Daerah.
Hadir terlibat aktif dalam kegiatan Temu Dialog Kebangsaan, antara lain : Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI). Juga sejumlah peserta lainnya dari berbagai kalangan dan profesi.
Beberapa hari sebelumnya, Firman Jaya Daeli mengunjungi secara khusus Rumah Pahlawan Nasional Tjilik Riwut (Gubernur Kalteng Periode 1958 – 1967), pada hari Rabu, tanggal 5 November 2025, di Palangka Raya, Kalteng. Gubernur Kalteng Tjilik Riwut adalah seorang Pejuang Kemerdekaan Indonesia dan Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari Etnik Suku Dayak Kalteng. Nama Tjilik Riwut diabadikan dan ditabalkan sebagai nama Bandara di Palangka Raya Kalteng (Bandara Tjilik Riwut) dan sejumlah nama Jalan dan Gedung di Kalteng (Jalan Tjilik Riwut).
Rumah Pahlawan Nasional Tjilik Riwut merupakan dan bersifat Cagar Budaya yang terletak dan berada di kawasan strategis dan jantung utama kota Palangka Raya, Kalteng. Juga menjadi titik kawasan wisata kuliner yang menampilkan dan menghadirkan ekosistem etnik sosial kultural Dayak – Kalimantan. Kemudian secara simbolik melambangkan keberadaan dan kebangkitan nuansa kesenian dan kebudayaan lokal regional.
Firman Jaya Daeli berkunjung ke Rumah Pahlawan Nasional Tjilik Riwut – secara khusus untuk melihat dan menyaksikan langsung sembari bertemu dan berdiskusi dengan Putri Kandung Tjilik Riwut (Ida Riwut). Juga berdiskusi bersama dengan Putra dari Ida Riwut di Palangka Raya, Kalteng. Kepribadian, Kepemimpinan, Kejuangan, dan Kepahlawanan Tjilik Riwut pada dasarnya menghadirkan dan menumbuhkan keteladanan.
Kemudian Firman Jaya Daeli bertemu dan berdiskusi juga bersama sejumlah Senior, Pimpinan, Pengurus Pusat (Korwil VI) dan Pengurus Cabang Palangka Raya, Kalteng. Pertemuan diskusi berintikan pada pemikiran dan dalam rangka membangun diskursus (pewacanaan). Selanjutnya untuk merumuskan agenda kebijakan strategis dan teknis. Utamanya mengenai keberadaan dan kemajuan BKS PGI GMKI Palangka Raya, Kalteng.
Berlangsung juga sebuah kegiatan Dialog Kebangsaan di kampus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) UPR, pada hari Selasa, tanggal 4 November 2025, di Palangka Raya, Kalteng. Bertemakan : “Supremasi Sipil Pilar Memperkuat Negara Demokrasi”. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran diundang menyampaikan Opening Speech. Para Pembicara : (1). Dr. A. Teras Narang, S.H. (Anggota DPD-RI, mantan Ketua Komisi Politik & Hukum DPR-RI dan Gubernur Kalteng ; (2). Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S. (Rektor UPR) ; (3). Dr. Jhon Retei Alfri Sandi, S.Sos., M.Si. (Akademisi) ; (4). Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia).
Bertemu dan berdialog berdiskusi juga bersama dengan sejumlah komunitas dan elemen dari berbagai kalangan dan profesi. Ada komunitas dan elemen Pimpinan dan Tokoh-Tokoh Masyarakat, Budaya, dan Agama. Kemudian komunitas dan elemen Civil Society (NGO, LSM, Ormas). Kalangan Aktifis, Jurnalis, Profesional. Juga bersama dengan Pimpinan, Pengurus, dan Aktifis Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus (Badan Eksekutif Mahasiswa/BEM).


















Discussion about this post