Suaranusantara.com – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa makna kepahlawanan sejati bukan terletak pada kekuasaan, melainkan pada pengorbanan yang tulus bagi rakyat dan bangsa.
Pernyataan ini disampaikan Hasto usai melakukan ziarah ke sejumlah makam pahlawan di Kota Surabaya dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional., Senin (10/11/2025).
Menurut Hasto, pahlawan harus sosok yang memiliki rekam jejak pengorbanan yang sangat mendalam.
Dia menambahkan, pahlawan bukan sosok yang menutup mata terhadap pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
“Menjadi pahlawan adalah rekam jejak pengorbanan yang sangat mendalam. Tidak ada pahlawan yang menutup mata terhadap pelanggaran hak asasi manusia,” kata Hasto.
Ia juga menekankan bahwa tidak ada pahlawan yang lahir dari kekuasaan yang menindas dan menghisap rakyat.
“Tidak ada pula pahlawan yang lahir dari kekuasaan yang menindas dan menghisap rakyat,” tutur Hasto.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto mengutip pesan Bung Karno yang menegaskan pentingnya menjaga senjata perjuangan bangsa: semangat, cita-cita, dan pengabdian.
“Bung Karno pernah mengingatkan, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Kita tidak hanya belajar dari pengorbanan, tetapi juga dari cita-cita besar untuk menjadikan Indonesia sebagai pemimpin di antara bangsa-bangsa dunia,” tutur Hasto.


















Discussion about this post