Suaranusantara.com- Kasus kematian seorang wisatawan asal China di Bali memicu kekhawatiran terkait standar kebersihan akomodasi murah bagi turis mancanegara.
Deqing Zhuoga, 25 tahun, ditemukan tak bernyawa di kamar hostel tempatnya menginap pada 2 September 2025. Dugaan sementara menyebut kematiannya dipicu keracunan kutu busuk yang juga membuat 10 turis lain harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Informasi dari media internasional melaporkan bahwa sebelum meninggal, korban mengalami gejala berat seperti muntah-muntah dan demam menggigil. Kondisi fisiknya memburuk hingga tidak mampu bergerak atau meminta pertolongan.
Laporan Daily Mail menyebut, korban ditemukan dalam kondisi setengah tanpa busana, hanya mengenakan kemeja biru yang tidak dikancing.
Rekan sekamarnya, Leila Li, juga sempat mengalami gejala serupa dan dirawat di rumah sakit selama lima hari. Ia mengisahkan bahwa Zhuoga terlalu lemah untuk meminta bantuan, sehingga hanya terbaring sambil terus muntah.
Menurut pengakuannya, saat dirinya bisa mencari pertolongan dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit, barulah upaya medis dilakukan, namun terlalu terlambat bagi Zhuoga.
“Dia sangat sakit untuk bergerak atau meminta bantuan, terbaring di tempat tidurnya sambil muntah selama berjalan-jalan, sementara tamu lain berebut mencari bantuan,” ungkap Li pada Daily Mail, dikutip Kamis (20/11/2025).
Li juga menuturkan bahwa ia sempat mengirim pesan kepada rekannya saat tiba di rumah sakit, tetapi tidak pernah mendapat balasan. Belakangan ia baru mengetahui bahwa Zhuoga telah meninggal dunia.
“Saya pribadi berhasil minta bantuan, dan dibawa ke klinik 3 kali sampai akhirnya memanggil ambulans untuk dibawa ke rumah sakit. Setibanya di RS, saya mengirim pesan ke Zhouga, tapi pesan itu hingga sekarang tak pernah dibalas,” tambah Li.


















Discussion about this post