Suaranusantara.com- Banjir yang menerjang tiga provinsi di Indonesia yakni Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh hingga kini Presiden RI Prabowo Subianto belum juga menetapkan status bencana nasional.
Padahal, akibat banjir bandang sebanyak 702 orang meninggal dunia. Selain itu, masih ada 507 orang hilang belum ditemukan dan masih dalam pencarian.
Tak hanya itu, bahkan akses jalanan pun terputus menyebabkan orang-orang terdampak banjir kesulitan mendapatkan bantuan.
Diketahui, ada sebanyak 3,3 juta jiwa yang terdampak akibat bencana banjir Sumatera-Aceh.
Ahmad Muzani selaku Wakil Ketua MPR RI pun menjelaskan alasan mengapa Prabowo tak keluarkan status bencana nasional untuk banjir Sumatera-Aceh.
Kata Muzani, Prabowo tentunya memiliki pertimbangan tertentu sehingga belum mengeluarkan status bencana nasional.
“Ya, presiden punya pertimbangan-pertimbangan tertentu,” ujar Muzai usai bertemu Prabowo di Istana Kepresidenan RI, Jakarta pada Selasa 2 Desember 2025.
Kata Muzani, Prabowo memiliki kewenangan dalam memutuskan pemberian status bencana nasional.
“Saya kira, itu kan kewenangan Presiden karena keputusannya nanti harus ditetapkan dalam bentuk keppres, keputusan presiden,” ujar dia.
Selain itu, menurut Muzani, pemerintah sudah mampu mengendalikan situasi bencana di Sumatera.
Semua elemen bangsa turut bekerja sama untuk menangani bencana tersebut.
“Ya, pemerintah bisa mengendalikan situasi dan keadaan secepatnya, dan sekarang sedang dilakukan bersama dengan pemerintah daerah kabupaten, kota, dan provinsi di lingkungannya masing-masing,” tegas dia.
Pada kesempatan ini, ia juga menyampaikan keprihatinan mengenai adanya tiga kepala daerah di Sumatera yang menyerah menghadapi bencana di wilayahnya.
Mereka yang menyatakan tak sanggup lagi adalah Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, serta Bupati Aceh Tengah Haili Yoga
Menurut politikus Gerindra ini, memang bencana banjir di Sumatera harus dihadapi secara bersama-sama dengan pemerintah pusat. “Ya, itu jadi keprihatinan juga karena situasinya harus dihadapi secara bersama-sama,” kata Muzani.


















Discussion about this post