Suaranusantara.com- Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan bahwa stok cadangan beras bagi korban bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh, aman.
Hal ini dikarenakan sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menyetok cadangan beras bagi korban banjir Sumatera sebanyak tiga kali lipat.
Arahan ini bertujuan untuk menjamin kebutuhan pangan bagi para korban banjir. Pemerintah tak ingin para korban banjir dilanda kelaparan.
Untuk itu, penyaluran beras dilakukan menyeluruh ke seluruh wilayah terdampak baniir termasuk yang sulit dilalui akibat bencana.
“Sesuai arahan dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kami siapkan cadangan 3 kali lipat dari kebutuhan di 3 provinsi terdampak bencana banjir. Kita tidak ingin ada satu orang pun kekurangan beras,” kata dalam konferensi pers pelepasan bantuan ke Sumatera di kantor Kementerian Pertanian, Kamis 4 Desember 2025.
Adapun rinciannya yakni Aceh menjadi 80.000 ton, Sumatra Utara mencapai 30.000 ton, Sumatra Barat 7.000 ton. Ketiga provinsi ini surplus dalam satu tahun yakni Aceh 871.000 ton, Sumatra Utara 1 juta ton, dan Sumatra Barat 500.000 ton.
Mentan menambahkan, selain bantuan pangan dari pemerintah, Kementan bersama para pemangku kepentingan juga telah melakukan penggalangan dana yang melibatkan seluruh pegawai dan stakeholder, serta membuka kesempatan donasi bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi. Dari penggalangan dana tersebut, telah terkumpul bantuan senilai Rp 75,85 miliar.
“Bantuan ini totalnya Rp 75 miliar. Hari ini kita kirim terlebih dahulu sebesar Rp 34,8 miliar, seluruhnya dalam bentuk barang, bukan uang. Terima kasih kepada para pengusaha, BUMN, dan seluruh pegawai yang telah berpartisipasi,” lanjut Amran.
Adapun bantuan yang diberangkatkan hari ini antara lain beras, minyak goreng 35 ton, gula 38 ton, susu 1.780 dus, air mineral 2.480 dus, serta lainnya seperti sosis, kopi, teh, mie instan, dan telur, pakaian hingga pembalut.
Distribusi bantuan dilakukan melalui berbagai moda transportasi darat , laut dan udara, termasuk kapal TNI AL dan pesawat Hercules.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Staf Angkatan Laut dan alhamdulillah responnya cepat. Bantuan hari ini langsung naik kapal dan sebagian melalui Hercules. Yang penting, bantuan segera sampai ke masyarakat,” jelasnya.
Mentan Amran pun mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat solidaritas nasional. Ia mengatakan bahwa semangat gotong royong adalah kekuatan terbesar bangsa ini, dan hanya dengan kebersamaan seluruh elemen pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat sehingga pemulihan dapat berjalan cepat dan merata.
“Saudara-saudara kita membutuhkan uluran tangan. Setiap bantuan, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi keluarga yang sedang berjuang bangkit. Ini bukan hanya cobaan mereka, tapi cobaan kita semua. Pemerintah akan terus bergerak cepat untuk memastikan bantuan tiba dan disalurkan secara tepat sehingga harapannya masyarakat yang terkena bencana dapat segera pulih,” tutup Amran.


















Discussion about this post