Suaranusantara.com– Dalam orasi kebangsaan, Ketua MPR RI H.Ahmad Muzani memberikan pesan mendalam tentang sejarah panjang, peran strategis, serta tanggung jawab besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Ahmad Muzani menegaskan bahwa HMI sejak awal berdiri pada tahun 1947, telah konsisten mengawal berdirinya Republik Indonesia.
“HMI lahir ketika negara ini belum terkonsolidasi, belum menghadapi agresi Belanda. Dari situ muncul lah anak-anak bangsa yang punya kesadaran tinggi untuk membangun masa depan negeri,” ujar Ahmad Muzani dalam acara audiensi Sekolah Pimpinan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Muzani menekankan bahwa HMI selalu terlibat dalam setiap peristiwa besar bangsa, baik pada masa orde lama, orde baru, hingga reformasi. Ia juga menyebutkan gagasan “Islam Yes, Partai Islam No” dari Nurcholish Madjid (Cak Nur) yang dianggap sebagai bentuk penyeimbang terhadap proses sekularisasi yang berlebihan pada zaman itu.
“Tanpa harus menjadi pastai Islam, semangat keislaman hari ini justru menjadi energi kehidupan berbangsa. Negara melindungi ibadah, transaksi, dan praktik kehidupan berdasarkan ajaran agama,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak para anggota HMI untuk terus menjadi bagian dari proses pembangunan bangsa melalui profesi apapun untuk Indonesia yang lebih baik ke depannya.
“Sekolah Pimpinan HMI adalah upaya untuk menciptakan pemimpin bangsa masa depan. Saya yakin beberapa tahun ke depan akan ada yang menjadi bupati, wali kota, bahkan gubernur,” katanya.
Ahmad Muzani juga berpesan bahwa semangat perjuangan HMI tidak boleh padam, apapun profesinya nanti di masa depan. Seperti slogan “Yakin Usaha Sampai” yang bukan hanya sekadar slogan, tetapi tekad yang harus terus hidup untuk bangsa Indonesia.
Sementara itu Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan menegaskan bahwa generasi muda adalah pihak yang akan hidup dan menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, keresahan terkait isu ekologis, pendidikan, hingga keadilan di daerah adalah bentuk kepekaan generasi muda terhadap tantangan bangsa saat ini.
Ia juga mengatakan bahwa mencintai bangsa tidak cukup hanya dengan slogan, melainkan diwujudkan melalui keberanian memberikan kritik jujur kepada negara. Keberanian inilah yang akan menjaga kualitas sumber daya manusia dan pemerataan keadlian.
“Masa depan kita sangat ditentukan oleh bagaimana sumber daya manusia dipersiapkan, bagaimana pendidikan ditata, dan bagaimana keadilan daerah diwujudkan. Dan, ini sejalan dengan perjuangan yang terus dilakukan HMI,” pungkasnya.
Untuk diketahui, acara ini turut dihadiri oleh Anggota Badan Pengkajian MPR RI dari Fraksi PKB, H. Kamrussamad, Ph.D., Koordinator Presidium Forhati (Forum Alumni HMI Wati) Nasional, Hj. Jamilah Abdul Gani, S.H., M.Kn, para pimpinan PB HMI, serta sejumlah peserta Sekolah Pimpinan PB HMI yang terdiri dari ketua cabang dan ketua badan koordinasi HMI se-Indonesia.

















Discussion about this post