Suaranusantara.com- Selama dua hari Presiden RI Prabowo Subianto yakni Senin dan Selasa 8-9 Desember 2025 melakukan kunjungan kenegaraan ke Islamabad, Pakistan.
Kunjungan ini merupakan memenuhi undangan dari pemerintah Pakistan melalui Perdana Menteri, Shenbaz Sharif.
Selama kunjungan ke Pakistan, Prabowo tentunya membahas banyak hal dengan pemerintahan di sana. Terlebih lagi, Indonesia dan Pakistan telah memiliki hubungan bilateral yang terjalin selama 75 tahun.
Dalam kesempatan kunjungan itu, pada Selasa kemarin Prabowo mendapat sebuah penghargaan dari Presiden Pakistan, Asif Alo Zardari yakni Nishan-e-Pakistan.
Penghargaan diberikan lantaran Prabowo dinilai berjasa besar dalam hubungan bilateral antara Indonesia-Pakistan.
Lalu Prabowo juga dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Upacara penganugerahan itu dilakukan di Ruang Iqbal, Aiwad-e-Sadr, Islamabad, Pakistan, Selasa, yang juga dihadiri Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz. Pada prosesnya, Asif Ali Zardari menyematkan langsung bintang kehormatan tertinggi Nishan-e-Pakistan ini kepada Prabowo.
Nishan-e-Pakistan merupakan penghargaan tertinggi dalam Order of Pakistan yang didirikan pada 19 Maret 1957.
Penghargaan ini diberikan kepada warga Pakistan maupun tokoh asing yang telah memberikan jasa istimewa (services of highest distinction) dan kontribusi penting di tingkat nasional maupun internasional.
Mengutip keterangan resmi, penghargaan ini menunjukkan pengakuan Pemerintah Pakistan terhadap peran strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik, serta komitmen presiden dalam memperkuat hubungan kerja sama pertahanan, ekonomi, dan solidaritas dunia Islam.
Penghargaan tersebut juga menjadi simbol menghormati hubungan historis Indonesia dan Pakistan yang telah terjalin sejak masa Presiden Soekarno dan memperkokoh kemitraan strategis kedua negara di tengah dinamika geopolitik global.
Upacara penganugerahan ini turut dihadiri oleh para menteri dan anggota parlemen Pakistan, serta para duta besar negara-negara sahabat.
Adapun, beberapa tokoh terkemuka penerima penghargaan ini antara lain Raja Jordan, Abdullah II bin Hussein, PM Malaysia Anwar Ibrahim, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah.
Penghargaan ini juga mencerminkan harapan bahwa kerja sama kedua negara akan semakin meningkat. Ini menyangkut banyak sektor, mulai dari bidang pertahanan, ekonomi, teknologi, pangan, dan solidaritas dunia Muslim.
Pada hari yang sama, Prabowo menyambangi Istana Kepresidenan Pakistan Aiwan-e-Sadr setelah merampungkan kunjungan resminya di kediaman resmi perdana menteri Pakistan (PM House) di Islamabad.
Kunjungan itu merupakan rangkaian dari lawatan perdana Presiden Prabowo di Pakistan selama dua hari yakni pada 8-9 Desember 2025.
Di Aiwan-e-Sadr, Presiden Prabowo dan Presiden Zardari menggelar pertemuan empat mata membahas peningkatan kerja sama dua negara, serta perkembangan situasi di kawasan.
Usai pertemuan tersebut, dua pemimpin lanjut memimpin pertemuan bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Pakistan.


















Discussion about this post