
Manado-SuaraNusantara
Menteri Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi melepas peserta Gowes Pesona Nusantara (GTPN) 2017 etape Manado Fiesta, Sabtu (29/7/2017), di Kawasan Mega Mas Boulevard, Manado, Sulawesi Utara. Pelepasan tim GTPN 2017 yang berjumlah 15 orang, dihadiri lebih dari 3000 peserta Gowes yang ditandai dengan pengibaran bendera star oleh Menpora bersama Gubernur Sulut.
Usai pelepasan, Menpora bersama Gubernur Sulut Wakil Gubernur Sulut Steve O. E. Kandow bersepeda santai diikuti oleh ribuan peserta Gowes mengelilingi Kawasan Mega Mas Boulevard. Selain itu, dilakukan upacara sakral penyerahan Tanah Pusaka dan Air yang berasal dari Pulau Bongkil yang merupakan pulau terluar Sulawesi Utara.
Tanah Pusaka dan Air diserahkan oleh Wali Kota Manado Godbless Sofcar Vicky Lumentut kemudian diteruskan kepada Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan selanjutnya diserahkan kepada Menpora untuk dibawa keliling oleh peserta GTPN melewati 90 daerah hingga finish.
Menpora mengatakan, GTPN dilaksanakan di 90 kabupaten kota di Indonesia sejak 3 bulan lalu, dari Sabang sampai Merauke. “Hari ini sampailah di Kota Manado, Sulawesi Utara. Gowes ini sebagai pemanasan untuk menjadikan sepeda sebagai salah satu alternatif transportasi. Karena kalau melihat kepadatan baik pengguna jalan maupun alat transportasi di masa-masa akan datang sangat mencemaskan. Karenanya sepeda menjadi salah satu alternatif dan saya berharap ke depan ada hari sepeda nasional,” ucap Menpora.
“Selain itu, kita juga membuka Gala Desa. Gala Desa sebagai perwujudan dari Nawacita Presiden Jokowi dimana kita negara harus hadir harus melihat potensi yang ada di desa-desa, di kampung-kampung, di kelurahan karena pasti bibit-bibit muncul dari desa,” tambah Menpora.
Kick Off Gala Desa ditandai dengan servis pertama pada cabang sepak takraw oleh Menpora. Ada enam cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam ajang olahraga serentak di 136 kabupaten/kota se-Nusantara ini.
Cabang olahraga itu antara lain sepak bola, sepak takraw, tenis meja, bola voli, bulutangkis, dan atletik. Seluruh pertandingan diikuti peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum, mewakili desanya masing-masing. Enam cabor yang dipertandingkan itu dipilih berdasarkan popularitas dan kedekatan dengan budaya Indonesia.
Selain melepas GTPN dan membuka Gala Desa, pada kesempatan yang sama, Menpora sekaligus membuka Kejurnas Selam Manado Open 2017. Ini merupakan kejurnas selam yang ketiga kalinya.
“Semoga akan ada kejuaraan dunia selam yang bisa dilaksanakan tempat ini. Sekarang kita tahu potensi Manado, sungguh sangat luar biasa keindahannya, kecantikannya mungkin tidak kita dapatkan di belahan negara lain,” tutur Menpora.
Selain ketiga acara tadi, di tempat yang sama ternyata Menpora juga membuka Kejurnas Fin Swimming, Lomba Perahu Hias dan Lomba Memancing Tradisional.
Kontributor: A. Sumaredi

















