Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto telah menyiapkan sebanyak enam proyek hilirasi baru yang akan siap dibangun pada Februari 2026 mendatang.
Enam proyek hilirisasi baru ini diperkirakan memiliki nilai mencapai Rp.101,05 triliun. Hal ini disampaikan Prabowo saat peresmian kilang minyak Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin 12 Januari 2026.
“Minimal 6 proyek hilirisasi mungkin bisa sampai 11. Nilainya adalah kurang lebih US$ 6 miliar (setara Rp 101,05 triliun) dan kita akan menerima investasi besar-besaran dari luar, saya perkirakan cukup besar investasi yang akan masuk,” terang Prabowo dalam peresmian Kilang Minyak atau RDMP Balikpapan di Kalimantan Timur, dikutip Rabu 14 Januari 2026.
Prabowo pun meminta kepada seluruh jajaran kabinet Merah Putih untuk menyiapkan pasukan, baik itu manajemen yang bisa menjaga dan mengelola proyek-proyek hilirisasi tersebut.
“Total kita butuh sampai industrialisasi yang benar mungkin rencananya 10-15-20 tahun tapi kita ingin mempercepat,” tegas Prabowo.
Sebelumnya, pada Minggu malam (11/1/2026) di Hambalang, Bogor, Presiden Prabowo mengumpulkan beberapa menteri Kabinet yang salah satunya membahas mengenai 6 proyek hilirisasi ini.
“Perkembangan rencana groundbreaking 6 titik baru proyek hilirisasi senilai US$ 6 miliar di awal Februari 2026,” tulis Sekretaris Kabinet (Seskab) dalam unggahan akun instagram @sekretariat.kabinet, Minggu 11 Januati 2026.
Ratas tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Danantara Rosan Roeslani.
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan 6 proyek strategis hilirisasi yang akan dibangun pada tahun ini. Rencananya proyek ini akan dibangun secara bertahap mulai Januari 2026 ini.
Pembangunan 6 proyek itu meliputi untuk pembangunan pengolahan bauksit, bioavtur, pabrik bioetanol, hingga fasilitas budidaya unggas.
“Bauksit, Refinery Alumunium di Mempawah yang saya ingat ya. Kemudian Refinery di Cilacap, kemudian di Banyuwangi. Pokoknya ada lima lah,” kata Rosan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (8/12/2026).
Rosan menjabarkan 6 proyek itu, antara lain:
1. Pengembangan Industri Smelter Aluminium dari Alumina, di Mempawah, Kalimantan Barat, senilai US$ 2,4 miliar
2. Fasilitas Smelter Grade Alumina (SGA) dari Bauksit, di Mempawah, Kalimantan Barat, senilai US$ 890 juta
3. Fasilitas produksi bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah, Senilai US$ 1,1 miliar
4. Pengembangan fasilitas pengolahan kelapa terintegrasi di Morowali, Sulawesi Tengah, senilai US$ 100 juta (sudah berjalan)
5. Pengembangan Fasilitas bioetanol, senilai US$ 80 juta
6. Serta 5 fasilitas budidaya unggas, dari 12 titik lokasi


















Discussion about this post