Suaranusantara.com- Bupati Pati, Sudewo pada Senin 19 Januari 2026 terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK).
Usai terjaring OTT KPK, Bupati Pati, Sudewo menjalani pemeriksaan intensif di Polres Kudus, Jawa Tengah.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan di Jakarta tepatnya di Gedung Merah Putih, KPK. Terlihat Bupati Pati Sudewo telah tiba di Gedung KPK pada hari ini Selasa 20 Januari 2026.
Sudewo tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 10.43 WIB. Dia tampak mengenakan jaket yang dipadukan dengan polo shirt warna putih dan celana jeans biru.
Sudewo digiring ke KPK dengan menaiki mobil hitam bernomor polisi B 2788 UZL. Saat turun dari mobil tersebut, Sudewo terlihat hanya mengenakan sandal dan dikawal ketat oleh para petugas.
Saat ditanya oleh wartawan, politikus Partai Gerindra itu tak mengeluarkan satu kata pun dari mulutnya. Sudewo terus berjalan menuju ruang pemeriksaan tanpa memberikan pernyataan apa pun kepada awak media.
Adapun kasus yang menjeratnya diduga terkait aliran dana dalam proses pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati.
“Terkait pengisian jabatan kaur (kepala urusan), kasi (kepala seksi), ataupun sekdes (sekretaris desa),” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa 20 Januari 2026.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pihaknya tidak hanya menjaring Sudewo melainkan 7 orang, 3 diantaranya adalah koordinator kecamatan yang diduga sebagai pengepul.
Budi juga sebelumnya memastikan kalau detail yang mencakup pihak yang ditangkap, konstruksi, dan detail mengenai OTT Pati ini, akan segera disampaikan ke publik.
“Nanti kami akan update perkembangannya, siapa saja yang diamankan, siapa saja yang dilakukan pemeriksaan, nanti kami akan sampaikan,” ucap Budi pada Senin 19 Januari 2026.
“Ini juga yang masih akan kami sampaikan nanti ya, terkait dengan peristiwa tertangkap tangan di wilayah Pati ini berkaitan dengan perkaranya apa, konstruksinya seperti apa, pihak-pihak yang diamankan siapa saja,” tegas dia.
Sebelumnya, Sudewo diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jalur kereta api di DJKA Kemenhub.
Bupati Pati itu sempat diperiksa sebagai saksi. Dia disebut menerima sejumlah uang saat masih menjabat sebagai Anggota DPR.
Masyarakat Pati juga sempat menggelar aksi di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk mendesak Sudewo ditangkap.
Namun, usai diperiksa, Sudewo pulang lenggang tanpa menjadi tersangka.
Tak hanya itu, sebelumnya rakyat Pati meminta Sudewo untuk turun dari jabatannya sebagai Bupati Pati lantaran kebijakan kenaikan pajak yang mencapai 250 persen.
Hal ini membuat rakyat Pati meradang dan melakukan aksi demo di kantor Bupati.


















Discussion about this post