Suaranusantara.com- Isu pangan kembali mendapat sorotan dari DPR RI. Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Rokhmin Dahuri menilai bahwa kualitas sumber daya manusia suatu bangsa sangat ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan pangan yang cukup dan berkualitas.
Dalam program Jendela Negeri bertajuk Memperkuat Kedaulatan Pangan, Rokhmin menyampaikan bahwa pangan merupakan kebutuhan paling mendasar dibandingkan sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan.
Ia menekankan bahwa tanpa pemenuhan pangan yang memadai, kebutuhan dasar lainnya akan sulit berjalan optimal.
“Pangan adalah dari lima kebutuhan dasar manusia. Yaitu pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan. Tentunya, pangan, adalah yang paling utama,” kata Rokhmin saat menjadi narasumber dalam program Jendela Negeri bertajuk “Memperkuat Kedaulatan Pangan”, dikutip Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa pangan memiliki karakteristik berbeda karena harus dipenuhi setiap hari. Berbeda dengan kebutuhan sandang atau papan yang dapat dipenuhi dalam periode tertentu, kebutuhan pangan tidak bisa ditunda karena berhubungan langsung dengan keberlangsungan hidup manusia.
Rokhmin juga menyoroti pentingnya kualitas pangan. Menurutnya, pangan yang bergizi dan aman berperan besar dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus membentuk kecerdasan dan daya pikir, terutama pada anak-anak. Asupan gizi yang buruk, kata dia, dapat berdampak panjang terhadap kualitas generasi mendatang.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pangan memiliki hubungan langsung dengan produktivitas dan daya saing bangsa. Oleh sebab itu, penguatan kedaulatan pangan harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari aspek produksi, distribusi, hingga perlindungan petani dan nelayan sebagai tulang punggung penyedia pangan nasional.
“Pangan juga menentukan kesehatan dan kecerdasan manusia. Sehingga, pangan adalah menentukan kualitas SDM suatu bangsa,” ungkapnya.
Dengan sistem pangan yang kuat dan berkelanjutan, Indonesia dinilai mampu mencetak SDM yang sehat, cerdas, dan kompetitif di tingkat global.


















Discussion about this post