Suaranusantara.com- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan tanggapan soal duet Prabowo-Zulhas di Pilpres 2029.
Kata PSI, hal itu wajar bagi partai politik mengusulkan duet Prabowo-Zulhas di Pilpres 2029. Namun, usulan itu masihlah terlalu dini.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie Louisa yang mengatakan bahwa muncul usulan itu sangat berdampak ke rakyat.
“Tapi masih prematur kalau sekarang kita sudah mengurusi Pilpres 2029, kasihan masyarakat politik melulu, kapan kerjanya,” kata Grace melalui pesan WhatsApp, Kamis, 12 Februari 2026.
PSI, kata dia, mengajak agar partai koalisi pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran untuk lebih fokus bekerja. Sebab, masih banyak janji-janji kampanye pemerintahan yang masih harus dituntaskan.
Kata Grace, PSI menyerahkan penuh keputusan terkait pasangan calon Prabowo di pilpres mendatang. “Kami yakin Pak Prabowo akan memilih yang terbaik,” ujar Grace.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PSI Ronald Aristone Sinaga mengatakan, partainya tetap konsisten untuk mendukung duet Prabowo-Gibran hingga dua periode pemerintahan.
Ia menghormati sikap partai politik di koalisi yang mengusulkan nama lain atau tak eksplisit mendorong duet Prabowo-Gibran untuk melanjutkan periode kedua.
Namun, hingga saat ini di internal PSI tak ada riak perubahan sikap.
“PSI tetap dukung Prabowo-Gibran, tidak ada Gibran dan yang lain di periode kedua, yang ada Prabowo-Gibran dua periode,” ucap Ron pada Selasa, 10 Februari 2026.
Sebelumnya, Eddy Soeparno menjelaskan alasan mengusulkan nama Zulhas sebagai calon pendamping Prabowo di Pilpres 2029.
Dia mengatakan, dengan mengusung Zulhas, maka elektoral partai juga akan menjadi lebih hidup.
Sebab, kader dan mesin politik partai akan bekerja lebih keras ketika Ketua Umumnya diusulkan untuk menjadi pasangan calon presiden dan wakilnya.
“Jadi, kalau ditanya hari ini, saya dukung Bang Zulhas,” ujar Eddy pada 5 Februari 2026.

















Discussion about this post