Suaranusantara.com- Anggota Komisi VII DPR RI Samuel J.D. Wattimena mengingatkan bahwa penyebutan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional harus diikuti kebijakan konkret. Ia menilai, tanpa perlindungan nyata dan kepastian akses pasar, dukungan terhadap UMKM berisiko berhenti pada retorika.
Samuel menyampaikan pandangan tersebut di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/2/2026). Ia menilai kualitas dan kreativitas produk UMKM Indonesia sejatinya tidak perlu diragukan, terutama setelah mendapat pendampingan dari kementerian dan program pembinaan yang terus berjalan.
Kendati demikian, menurut Samuel, peningkatan kualitas belum otomatis menjamin keberlanjutan usaha jika produk tidak terserap pasar. Ia menekankan perlunya kebijakan afirmatif yang memberi ruang bagi produk UMKM di tengah persaingan ketat.
Persaingan menjadi semakin berat ketika UMKM harus menghadapi produk impor dengan harga lebih murah dan skala produksi massal. Dalam kondisi pasar bebas tanpa perlindungan memadai, Samuel menilai pelaku UMKM dalam negeri akan menghadapi kesulitan untuk bertahan dan bersaing.
“Secara harga mereka jauh di bawah, secara masifnya produksi kita kalah. Kalau dilepas begitu saja, UMKM kita berat,” tegas Legislator Fraksi PDI-Perjuangan itu.
Karena itu, ia menekankan perlunya keberpihakan konkret dari negara dan masyarakat luas. Penyerapan produk UMKM tidak bisa hanya dibebankan kepada Kementerian UMKM maupun para pelaku usaha itu sendiri, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama.
Samuel juga menyoroti pentingnya kebijakan yang mendukung perlindungan pasar domestik, termasuk optimalisasi belanja pemerintah dan institusi negara untuk produk UMKM.
“Yang paling utama adalah penyerapan. Kita punya banyak kementerian, wakil menteri, anggota DPR, dan jaringan konstituen. Ini semua sebenarnya adalah pasar,” katanya.
Ia menegaskan, jika UMKM benar-benar ingin dijadikan fondasi ekonomi nasional, maka kebijakan yang diambil harus mencerminkan perlindungan dan keberpihakan nyata, agar pelaku UMKM tidak hanya dibina, tetapi juga tumbuh dan bertahan dalam persaingan.


















Discussion about this post