Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan akan menjadi mediator damai terkait perang yang melibatkan tiga negara, Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran yang mengapresiasi dukungan atas rakyat Indonesia sekaligus Presiden Prabowo yang menjadi mediator terkait konflik yang terjadi tiga negara tersebut.
“Apresiasi atas dukungan konsisten pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini,” tulis Kedutaan Besar Republik Islam Iran dalam siaran pers, Minggu 1 Maret 2026.
Dalam pernyataannya, Iran juga menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.
Konflik terjadi saat Iran mendapat serangan dari AS dan Israel pada Sabtu 28 Februari 2026.
Pihak Iran mengklaim, di tengah ibadah puasa Ramadan 1447 H, AS dan Israel telah menyerang lokasi-lokasi sipil, bahkan sekolah di Iran.
Kedubes Iran menyatakan bahwa sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total akibat serangan tersebut.
Kedubes Iran juga menyinggung klaim Amerika Serikat yang menyatakan bertindak untuk membantu rakyat Iran.
Namun, menurut Iran, klaim tersebut tidak sejalan dengan dampak serangan di lapangan.
“Kini terlihat bagaimana mereka ‘membantu’ rakyat Iran dengan serangan rudal terhadap perempuan dan anak-anak tak berdosa,” tulis pernyataan tersebut.
Iran juga mengaitkan serangan terbaru ini dengan sejarah panjang permusuhan Amerika Serikat terhadap Iran, mulai dari kudeta 1953, dukungan dalam perang Irak-Iran, penembakan pesawat penumpang Iran pada 1988, hingga sanksi ekonomi dan berbagai dukungan terhadap serangan Israel dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI melalui akun X @Kemlu_RI menyampaikan kesiapan Presiden Prabowo untuk melakukan perjalanan ke Teheran guna melakukan mediasi.
“Presiden Indonesia bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas regional serta perdamaian dan keamanan dunia,” tulis Kemlu RI.
Pemerintah Indonesia juga menyatakan penyesalan atas kegagalan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada eskalasi militer.
Indonesia menyerukan seluruh pihak menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi.
“Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai,” demikian pernyataan tersebut.


















Discussion about this post