Suaranusantara.com- Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran akan segera dievakuasi. Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tengah menyiapkan skema evakuasi yang di mana lewat Baku Azerbaijan.
Hal ini dilakukan lantaran jalur udara Iran masih ditutup pasca serangan gabungan oleh Amerika Serikat (AS)-Iran yang terjadi di sana pada Sabtu 28 Februari 2026.
Perjalanan ke Baku menurut Menlu Sugiono, memakan waktu sekitar 10 jam dari Teheran.
“Kan ini ruang udara juga lagi tertutup. Kalau misalnya evakuasi dari Teheran itu mereka harus dibawa ke Baku. Dari Tehran ke Baku itu 10 jam perjalanan,” kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 3 Maret 2026 malam.
Menurut Sugiono, proses evakuasi memakan waktu panjang sehingga harus dipersiapkan dengan matang, seperti salah satunya logistik
“Itu kan perlu dihitung dulu dong logistiknya, terus orangnya cukup sehat atau tidak, dan segala macam dan segala macam. Jadi enggak bisa hari ini mau evakuasi langsung detik itu juga kita geser ya,” ucap dia.
Oleh karena itu, Sugiono belum memastikan kapan evakuasi dilakukan.
“Ya ini lagi diatur lah waktunya kapannya,” kata Sugiono.
Lebih lanjut, Sugiono juga sudah memerintahkan Duta Besar (Dubes) RI di Teheran untuk menyiapkan langkah evakuasi bagi WNI yang ingin dievakuasi pulang ke Indonesia.
Sugiono mengatakan, tidak semua WNI yang ada di wilayah terdampak ingin dievakuasi, sejauh ini baru ada 15 WNI di Iran yang meminta dipulangkan.
“Dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak, tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut,” kata Sugiono.
Sugiono melanjutkan, selain 15 orang WNI di Iran itu, belum ada WNI lain di negara terdampak konflik lainnya yang meminta dievakuasi.
Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti permintaan WNI jika mereka ingin dievakuasi ke Indonesia.
“Yang minta evakuasi kita evakuasi, ya kan enggak mungkin orang yang enggak mau kita pindahin kita pindah-pindahin,” tutur Sugiono.
“Di Qatar, Uni Emirat Arab, di Bahrain. Belum ada yang ingin untuk dievakuasi. Ini yang 15 (di Iran) yang sudah menyatakan kesediaan (dievakuasi),” imbuh dia.


















Discussion about this post