Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan akan tetap mempertahankan program prioritasnya Makan Bergizi Gratis (MBG), meski di tengah efisiensi anggaran yang menjadi dampak dari perang Timur Tengah.
Menurutnya masih banyak cara lain untuk efisiensi anggaran dibanding harus menghentikan MBG.
MBG, menurut Prabowo menjadi program yang meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya dalam menekan angka stunting.
Selain itu, MBG memiliki dampak ekonomi yang luas, melalui penciptaan lapangan kerja dari rantai pasok makanan hingga sisi produksi.
Dia pun menyakinkan masyarakat bahwa pemerintah memiliki uang yang cukup untuk membiayai MBG. Terkait dengan penghematan, dia menilai ada banyak cara untuk menghemat, selain memotong MBG.
“Jadi, jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak. Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat,” kata Prabowo dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang dilakukan beberapa waktu lalu, dikutip Rabu 25 Maret 2026.
Salah satu alasan dia mau melanjutkan program ini adalah karena masih banyak anak Indonesia yang stunting.
Dia bercerita seringkali menemukan anak-anak usia belasan tahun tapi badannya seperti anak 4 tahun. Hal-hal semacam ini dia temukan saat kampanye ke desa-desa di pelosok Indonesia.
Daripada uang negara digunakan untuk hal lain, apalagi sampai dikorupsi, Prabowo lebih memilih agar anggaran negara digunakan untuk memberi makan kepada anak-anak yang stunting.
“Lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda nggak lihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak ‘umurmu berapa?’ 11 tahun. Badannya anak 4 tahun,” papar Prabowo.
Dia juga menekankan MBG menjadi jurus strategis pemerintah untuk memperbaiki SDM di Indonesia. Urusan penghematan anggaran di tengah krisis karena konflik Timur Tengah, orang nomor satu di Indonesia itu meyakini masih banyak sekali bidang-bidang lain yang bisa ditekan anggarannya.
“Jadi, this is strategic, ini untuk human capital kita ya. Jadi, masih banyak penghematan lain yang riil yang kita bisa lakukan. Kita sudah exercise, kita sudah melakukan penghematan di banyak bidang ya,” sebut Prabowo.
Berkat MBG, Prabowo mengklaim programnya itu akan berdampak pada perputaran uang yang besar di tengah masyarakat.
Dia menyebut lembaga internasional, termasuk Rockefeller Institute dan World Food Programme (WFP) PBB yang membuktikan klaim tersebut.
Lembaga-lembaga itu menegaskan ke Prabowo bahwa MBG adalah investasi terbaik yang dilakukan Indonesia.
Berdasarkan kajian lembaga tersebut, Prabowo memaparkan MBG dapat memberikan perputaran uang berlipat-lipat.
Per US$ 1 yang dikeluarkan untuk MBG dalam waktu dekat diyakini dapat memutar uang di tengah masyarakat hingga US$ 7.
Dalam jangka waktu panjang perputaran uangnya lebih besar, bisa mencapai lima kali lipat atau US$ 35.
“Saya didatangi Rockefeller Institute dari Amerika Serikat datang ngecek kita punya SPPG dan dia datang ke saya, dia mengatakan, ‘This is the best investment, Mr. President, you have made the best’. Do you know why? Karena setiap US$ 1 di-spend di MBG the return is between US$ 7-35, in the long run US$ 35, in the short run US$ 7,” jelas Prabowo.
Prabowo menargetkan MBG akan memiliki 30 ribuan SPPG. Sejauh ini dari perhitungan yang dia dapatkan diperkirakan per Dapur Umum MBG memperkerjakan 50 orang.
Bila ada 30 ribuan dapur, artinya akan tersedia 1,5 juta lapangan kerja.
“Tiap dapur menciptakan vendor-vendor supplier antara 5-10 vendor tiap dapur yang jual telur, yang jual wortel, yang jual sayur, tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 petani. Jadi, itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja,” tambah Prabowo.
Di sisi lain, Prabowo juga tak menampik memang beberapa Dapur Umum sedikit ‘berulah’. Namun, kekurangan yang terjadi juga ditindak, buktinya ada 1.000 lebih SPPG ditutup.
“Bahwa ada kekurangan ini kita tindak. Saya sudah katakan ada 1.000 lebih yang sudah kita tutup. Iya kan? Tapi you lihat itu dan di banyak daerah di luar Jawa ya mereka tuh sangat membutuhkan,” tegas Prabowo.
Selain MBG, Prabowo juga menekankan tak akan memangkas anggaran Koperasi Desa Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat.
“Nggak dong (dipotong), kita lebih memilih untuk kurangi belanja-belanja yang tidak efektif lah atau kurang berdampak itu yang direalokasi agar program yang produktif, berdampak dan membantu meringankan beban masyarakat itu yang diutamakan,” tutur Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.


















Discussion about this post